DESA Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terus menggali potensi desanya. Salah satuya dari sektor pertanian bawang. Pemerintah desa membangun gudang bawang yang diharapkan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Desa Malasan Kulon memiliki luas wilayah sekitar 4.030 kilometer persegi. Dengan jumlah penduduk mencapai 3.026 jiwa. Mayoritas mereka bekerja sebagai petani. Karena itu, pemerintah desa terus berusaha melengkapi sarana prasarana sektor pertanian.
Kepala Desa Malasan Kulon Nitrum mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat, pihaknya telah membangun sejumlah infrastruktur. Salah satunya, gudang bawang di RT 03/RW 01 Dusun Krajan.
Gudang berukuran 6 meter kali 7,5 meter ini digarap pada 2023. Nitrum mengatakan, gudang ini nantinya digunakan sebagai tempat penyimpanan bawang maupun bibit bawang. Karena sebelumnya di daerah tersebut belum ada gudang penyimpanan.
“Harapannya, dapat menjaga kualitas bawang lebih lama. Saat harga turun bisa disimpan dan dijual ketika harga mulai stabil, ini akan meningkatkan pendapatan para petani. Bahkan, harapannya bisa menjadi BUMDes yang nantinya bisa menyumbang PAD (pendapatan asli desa) juga,” kata Nitrum.
Tahun ini, Pemerintah Desa Malasan Kulon juga membangun tanggul penahan tanah (TPT) di depan gudang bawang tersebut. Agar tanah di sekitar tidak mudah tergerus ataupun longsor ketika musim hujan. TPT ini juga berfungsi sebagai saluran air.
“Saat ini masih proses pembangunan. Materialnya sudah tersedia. Tinggal melaksanakan proyeknya. Kemarin sempat terkendala adanya proyek irigasi di jalan raya, sehingga kendaraan pengangkut materialnya tidak dapat masuk ke lokasi. Insyaallah seminggu bisa selesai,” katanya.
Panjang TPT tersebut mencapai 39 meter. Nantinya juga akan ada pelat deker sebagai sarana penghubung atau jembatan dari jalan menuju halaman gudang bawang.
“Ke depan juga bagian depan gudang masih akan kami uruk kembali agar lebih rapi, sehingga masyarakat yang hendak ke gudang menggunakan mobil, aksesnya lebih enak,” kata Nitrum.
Selain itu, pemerintah desa berencana membuka jalan baru di RT 11 hingga RT 13/RW 04 Dusun Gunung Malang. Panjangnya sekitar 405 meter dengan lebar 2,5 meter. “Jalannya sebenarnya sudah ada, berupa jalan tanah. Tapi, lebarnya hanya 1 meter. Mau kami perlebar agar aksesnya lebih nyaman,” katanya.
Jalan ini akan dilebarkan karena banyak warga yang melintasinya. Terlebih jalurnya juga menghubungkan permukiman ke jalan utama desa. “Ke depan mungkin akan kami rabat beton juga,” katanya.
Pemerintah desa, kata Nitrum, akan merangkul masyarakat dan pemilik lahan pertanian di sekitar lokasi pembangunan jalan. Terutama terkait izin penggunaan lahannya.
“Sebelumnya kami izin dulu dan Alhamdulillah mereka setuju. Nantinya kami juga akan buatkan surat perjanjian, sebab ini berkaitan dengan lahan mereka juga,” tuturnya.
Sediakan Rumah Layak untuk Warga
Selain infrastruktur desa, Pemerintah Desa Malasan Kulon juga melakukan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). Sejumlah rumah warga yang belum layak, diperbaiki hingga lebih nyaman ditempati.
RTLH dibangun untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terutama bagi warga kurang mampu.
Kepala Desa Malasan Kulon Nitrum mengatakan, pada 2023, pihaknya membangun satu unit RTLH di Dusun Krajan. Rumah tersebut milik Bu Nasur yang berukuran 7 meter kali 9 meter.
“Awalnya yang bersangkutan tidak memiliki rumah. Tinggal bersama saudaranya, sehingga kami buatkan rumah. Sekarang Bu Nasur merasa senang karena sudah memiliki rumah sendiri. Tahun ini kami juga akan membangun satu RTLH lagi,” katanya.
Lengkapi Sarana Pendidikan
Pemerintah Desa Malasan Kulon juga terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini terbukti dari upayanya melengkapi sarana pendidikan di TK Darul Falah.
Pemerintah desa telah membangun fasilitas pendidikan berukuran 7 meter kali 11 meter tersebut pada 2023. “Tahun ini kami tengah berusaha memenuhi fasilitas di dalamnya. Seperti meja dan kursi untuk murid maupun guru,” kata Kepala Desa Malasan Kulon Nitrum.
Nitrum mengatakan, saat ini TK Darul Falah memiliki 38 murid yang terbagi dalam dua kelas. Pihaknya tengah memesan 20 meja dan 40 kursi untuk murid. Lalu, ada 2 meja kursi untuk guru. Serta, 2 unit kipas angin yang kini telah terpasang.
“Sebelumnya, murid-murid tersebut masih duduk di lantai saat pembelajaran. Harapannya, dengan ini murid-murid maupun guru bisa duduk di kursi dengan meja yang memadai juga, sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan dan nyaman,” katanya.
Nitrum mengatakan, proses pembuatan sarana prasarana pendukung ini sudah mencapai 50 persen. Sudah jadi 10 meja murid dan 2 meja guru. “Insyaallah akan rampung dalam dua minggu lagi,” katanya.
APBDES PEMERINTAH DESA MALASAN KULON TAHUN ANGGARAN 2024
Pendapatan
Dana desa -- Rp 915.353.000,00
Bagi hasil pajak dan retribusi daerah -- Rp 33.106.687,00
Alokasi dana desa -- Rp 345.753.507,00
Jumlah -- Rp 1.294.213.194,00
Belanja
Bidang penyelenggaraan pemerintahan -- Rp 464.460.240,54
Bidang pelaksanaan pembangunan desa -- Rp 504.116.000,00
Bidang pembinaan kemasyarakatan -- Rp 11.740.000,00
Bidang pemberdayaan masyarakat -- Rp 268.350.000,00
Bidang penanggulangan bencana -- Rp 54.000.000,00
Jumlah -- Rp 1.302.666.240,54
Surplus (Defisit) -- (Rp 8.453.046,54)
Pembiayaan
Silpa tahun sebelumnya -- Rp 18.453.046,54
Penyertaan modal desa -- Rp 10.000.000,00
Pembiayaan netto -- Rp 8.453.046,54
Sisa lebih pembiayaan anggaran -- Rp 0,00