KRAKSAAN, Radar Bromo - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Timur-Bali mulai melakukan overlay ruas jalan pantura yang telah selesai dilebarkan.
Dua ruas jalan menjadi atensi karena lapisan permukaan sudah rusak dan terdapat perbedaan tinggi yang mencolok.
PPK wilayah 1.1 BBPJN Provinsi Jawa Timur-Bali Endi Aktoni mengatakan bahwa pengerjaan overlay telah dilakukan sejak Senin (22/4).
Pengerjaan mengerahkan beberapa kendaraan khusus untuk kegiatan pengaspalan overlay.
Realisasi proyek ini dilakukan dari ruas jalan paling barat kemudian bergilir sampai ke wilayah timur.
“Kami ambil dari barat dulu karena sejalan dengan ruas jalan dari Surabaya menuju Banyuwangi,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (23/4).
Dari keseluruhan ruas jalan yang memiliki bentang panjang 14 kilometer ini, dua ruas jalan menjadi atensi pengerjaan. Yakni ruas jalan titik pelebaran yang berada di Kecamatan Gending dan Kraksaan.
Pasalnya dua ruas jalan tersebut lapisan permukaan sudah rusak dan terdapat perbedaan tinggi yang mencolok.
Dengan demikian pengerjaan proyek tidak hanya dilakukan dengan cara menambah lapisan aspal saja. Tetapi juga perlu meninggikan aspal agar konstruksi jalan lebih kuat.
Dengan adanya peninggian aspal tersebut memiliki konsekuensi akan terjadi genangan air saat hujan deras.
Karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut pekerja telah membuat saluran drainase sehingga saat hujan air segera surut.
“Ada beberapa drainase pada titik sisi sebelah utara jalan. Sehingga saat hujan air bisa segera kering. Tidak menggenang,” bebernya.
Sementara itu tinggi ruas jalan pantura di Kecamatan Paiton tergolong cukup landai. Sehingga pengerjaan dapat dilakukan dengan cepat.
Drainase juga sudah disediakan di tepi jalan agar air hujan tidak menggenangi jalan. Dengan demikian struktur jalan bisa lebih kuat dan mampu bertahan lama.
Endi menambahkan bahwa pengerjaan overlay ini dilakukan pada titik-titik tertentu. Pertimbangannya adalah struktur jalan sudah tua dan rusak termakan cuaca dan waktu. Serta berada pada tikungan atau jalan yang memiliki volume kendaraan yang tinggi.
“Pengerjaan dilakukan malam hari. Kalau panjang keseluruhan jalan memang mencapai belasan kilometer. Overlay dilakukan pada ruas jalan tertentu saja. Khususnya yang mengalami kerusakan atau memang perlu dilakukan overlay untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” imbuhnya. (ar/fun)
Editor : Jawanto Arifin