KRAKSAAN, Radar Bromo - Pembangunan tebing sungai Kertosono kembali dilanjut. Sabtu (20/4) pengerjaan dilakukan pada fondasi tebing. Selama pengerjaan, Pemkab Probolinggo mewaspadai adanya hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Hengky Cahjo Saputra mengatakan, pengerjaan sebenarnya sudah dimulai kembali sejak Kamis (18/4). “Kami genjot usai libur lebaran untuk segera menuntaskan target,” ujarnya.
Pengerjaan awal dilakukan pada persiapan pembangunan fondasi tebing Sungai Kertosono.
Pada proses pengerjaannya Hengki menyebutkan ada sedikit kendala yang terjadi.
Salah satunya pengerukan tanah untuk pembuatan fondasi tidak dapat dilakukan menggunakan alat berat.
“Saat kami turunkan alat berat ke sana ternyata tidak mungkin kan. Kondisi tebing yang cukup tinggi serta tanahnya yang tidak begitu kuat membuat alat berat tidak bisa turun ke area sungai,” katanya.
Dengan begitu, persiapan fondasi dilakukan secara manual. Meski begitu, hal ini memiliki risiko gangguan saat hujan turun.
“Apabila hujan turun tentu para pekerja tidak bisa melanjutkan pekerjaannya,” jelasnya.
Oleh sebabnya, lanjut Hengky, pihaknya saat ini tengah mempercepat pekerjaan guna menghindari debit air sungai tinggi Saat Hujan terjadi.
Baca Juga: Tebing Sungai Kertosono Ambrol, Jalan Gus Dur Kraksaan pun Ditutup, Sampai Kapan?
“Ketika tidak disegerakan bisa saja nanti kondisi jalan yang berada di atas tebing ikut rusak. Sehingga berisiko mengganggu arus lalu lintas di jalan Gus Dur,” katanya.
Seperti yang di beritakan sebelumnya, hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo, menyebbakan tebing sungai Kertosono sepanjang 27 meter ambrol.
Akibatnya, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menutup akses jalan Gus Dur, Kecamatan Sidomukti, Kraksaan.
Ambrolnya tebing sungai tersebut terjadi pada Rabu (20/3) lalu. Penutup Jalan Gus Dur, dilakukan Dishub sehari setelah kejadian tebing ambrol tersebut, atau pada Kamis (21/3). (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid