KRAKSAAN, Radar Bromo - Pengerjaan pembangunan tebing sungai Kertosono, dikelurahan Sidomukti, Kraksaan bakal dilanjut setelah terhenti beberapa waktu lalu. Ditargetkan pengerjaan rampung dalam dua bulan ke depan.
Kepala UPT PJSDA pada PUPR kabupaten Probolinggo Yahya mengatakan, pengerjaan pembangunan tebing Sungai Kertosono beberapa waktu lalu sempat terhenti.
Sebabnya, alat berat yang digunakan tidak bisa masuk ke lokasi perbaikan.
“Sebelumnya kami urug, agar bisa dilalui oleh alat berat excavator. Namun ternyata amblas, jadi diurungkan,” katanya, Senin (15/4).
Dengan begitu, pengerjaan akan dilanjut pada Sabtu (20/4) mendatang. Di mana pihaknya akan kembali mengupayakan penggunaan alat berat untuk bisa digunakan dalam pembangunan.
“Kami libur 10 hari, jadi Sabtu dimulai lagi. Nanti progresnya akan kami kabarkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, perbaikan tebing sungai ini akan dilakukan dengan membangun ulang tebing seperti semula.
“Pengerjaannya permanen. Jadi kami kembalikan kondisi tebingnya seperti semula,” katanya.
Ia menyebutkan, perbaikan ini memiliki waktu pengerjaan selama 3 bulan. Terhitung sejak April hingga Juni mendatang.
“Pengerjaan ini kami ambil alih dari pihak provinsi. Karena jika menunggu provinsi, maka dikhawatirkan jalan Gusdur yang tepat berada di samping tebing sungai, bisa ikut rusak,” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sepekan terakhir, menyebabkan tebing Sungai Kertosono sepanjang 27 meter, ambrol. Akibatnya, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menutup akses jalan Gus Dur, Kecamatan Sidomukti, Kraksaan.
Ambrolnya tebing sungai tersebut terjadi pada Rabu (20/3) lalu. Penutupan Jalan Gusdur sempat diberlakukan Dishub sehari setelah kejadian tebing ambrol tersebut atau pada Kamis (21/3).
Sejatinya perbaikan ini kewenangannya pada Pemprov Jatim. Namun Pemkab Probolinggo bergerak cepat agar perbaikan bisa dilakukan segera. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid