Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengemis Musiman Menjamur Selama Ramadan di Jalan Pantura Kraksaan, Mulai Ganggu Pengguna Jalan

Achmad Arianto • Senin, 1 April 2024 | 20:45 WIB
MUSIMAN: Pengemis manusia silver mangkal di sebuah lampu merah di Jalan Panglima Sudirman Kraksaan. Jumlah mereka tambah banyak selama Ramadan.
MUSIMAN: Pengemis manusia silver mangkal di sebuah lampu merah di Jalan Panglima Sudirman Kraksaan. Jumlah mereka tambah banyak selama Ramadan.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Selama Ramadan, pengemis musiman menjamur di sepanjang ruas jalan pantura Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Keberadaan mereka bahkan dikeluhkan sejumlah pengguna jalan karena dinilai mengganggu arus lalu lintas.

Seperti yang disampaikan Angga, 26, pengguna jalan, warga Desa Sumberlele, Kraksaan. Sejak awal sampai pertengahan Ramadan, menurutnya, jumlah pengemis makin banyak di sepanjang ruas jalan pantura Kraksaan.

Mereka umumnya mangkal di semua lampu merah yang ada di Kraksaan. “Setiap hari, di setiap lampu merah di Kraksaan memang ada pengemis. Tetapi sejak Ramadan jumlah mereka semakin banyak,” katanya.

Misalnya saja di lampu merah Jalan Panglima Sudirman. Ada tiga titik lampu merah di sepanjang jalan tersebut.

Dan di setiap lampu merah, ada 2 - 5 pengemis. Baik itu di ruas jalan menuju ke barat, maupun ruas jalan menuju ke timur.

Saat lampu menyala merah, mereka pun berseliweran mendatangi tiap pengendara. Bergantian menengadahkan tangan. Sehingga, membuat pengendara yang berhenti di lampu merah jadi terganggu.

“Kalau tidak memaksa, tidak masalah. Tetapi ada yang memaksa. Menengadahkan tangan dan tidak pindah sampai dikasih uang. Ini yang mengganggu,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ismail, 46, warga Desa Rangkang, Kraksaan, pengguna jalan yang lain.

Menurutnya, selama ini ruas Jalan Panglima Sudirman Kraksaan menjadi tempat mangkal favorit para pengemis, pengamen, manusia silver, dan anjal.

Sebab, ruas jalan tersebut memang memiliki volume kendaraan tinggi. Apalagi, jalan setempat merupakan jalan nasional.

Saat lampu merah berhenti, banyak juga kendaraan yang berhenti di tempat itu. Selama Ramadan, menurutnya, jumlah pengemis memang bertambah banyak. Mereka khusus datang saat Ramadan, sehingga disebut musiman.

“Bagi saya selama tidak mengganggu kenyamanan dan meresahkan pengguna jalan, tidak masalah. Tetapi, kalau meresahkan tentunya perlu dilakukan razia,” tandasnya.

Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menegaskan, pihaknya telah mengawasi aktivitas pengemis, pengamen, manusia silver, dan anjal di seluruh pusat keramaian di Kraksaan.

Bukan hanya di lampu merah, tapi juga di depan pertokoan turut diawasi. Bila memang ada laporan bahwa keberadaan mereka mengganggu dan meresahkan pengguna jalan, maka razia akan dilakukan. Bahkan, juga ditindak.

“Sudah kami awasi aktivitasnya. Kalau memang mengganggu dan meresahkan, akan segera kami tindak,” tuturnya. (ar/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#ramadan #jalan pantura #pengemis musiman #Kraksaan