Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tebing Sungai Kertosono Ambrol, Jalan Gus Dur Kraksaan pun Ditutup, Sampai Kapan?

Agus Faiz Musleh • Senin, 25 Maret 2024 | 18:36 WIB
AMBROL: Bagian tebung Sungai Kertosono yang ambrol di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dishub Kabupaten Probolinggo pun menutup Jalan Gus Dur untuk kendaraan roda empat.
AMBROL: Bagian tebung Sungai Kertosono yang ambrol di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dishub Kabupaten Probolinggo pun menutup Jalan Gus Dur untuk kendaraan roda empat.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Hujan yang mengguyur Kabupaten Probolinggo sepekan terakhir, menyebabkan ambrol tebing Sungai Kertosono di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Tebing itu diketahui ambrol Rabu (20/3). Sehari kemudian, yaitu Kamis (21/3), Jalan Gus Dur di Kelurahan Sidomukti, Kraksaan ditutup.

Sebab, bagian yang ambrol sampai memakan bahu jalan. Karena itu, penutupan jalan disertai dengan pemberian rambu dan barier di lokasi ambrolnya tebing sungai.

Ambrolnya tebing sungai itu sempat membuat warga setempat kaget. Sebab, saat ambrol timbul suara bergemuruh cukup nyaring dari sungai.

“Kejadiannya siang, sekitar pukul 13.00. Suaranya nyaring sekali pas ambrol. Setelah dilihat, ternyata tembok penahan sungai ambrol,” kata Bela, 24, pemilik toko mainan yang berhadap-hadapan dengan tebing sungai yang ambrol.

Bela sendiri mengaku kaget dengan ambrolnya tebing sungai tersebut. Sebab, saat itu kondisi cuaca cukup cerah. Tidak ada hujan atau angin.

“Tidak ada hujan saat kejadian ambrol. Namun, malam harinya memang hujan deras. Air sungai tinggi, pas di bawah jembatan. Sekitar 5 meteran tinggi air,’ katanya.

Fungsional Pemeliharaan Sarana Prasarana (Sarpras) pada Dishub Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono mengatakan, penutupan jalan terpaksa dilakukan guna mengantisipasi bencana lanjutan.

“Sementara akses jalannya kami tutup untuk kendaraan roda empat atau lebih. Untuk roda dua masih bisa,” kata Sigit.

Sigit tidak bisa memastikan, sampai kapan pembatasan atau penutupan jalan dilakukan.

Kemungkinan, jalan akan terus ditutup sampai perbaikan tebing yang ambrol dilakukan.

“Sampai diperbaiki oleh instansi terkait. Kalau kami dari Dishub hanya membantu merekayasa lalu lintas untuk keselamatan pengguna jalan,”ujarnya.

Koodinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA Jawa Timur WS Welang Pekalen di Pasuruan Muhammad Fachru Syahroni mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi tebing sungai yang ambrol. Bahkan, sudah diukur juga.

“Sudah kami ukur. Kerusakannya sepanjang 27 meter dengan tinggi 5,5 meter,” katanya.

Menurutnya, tebing sungai ambrol lantaran sebelumnya ada tiga pohon di tepi jalan yang tumbang ke arah sungai. Akhirnya, tebing sungai ikut ambrol.

Saat ini, pihaknya tengah menghitung kebutuhan penanganan darurat. Kemungkinan menurutnya, akan dipasang bronjong.

“Kalau dibangun permanen seperti sekarang, takut ada kejadian susulan,” katanya. (mu/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#sungai kertosono #jalan gus dur #Tebing ambrol #Kraksaan