KRAKSAAN, Radar Bromo - Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama masih terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Sehingga potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi. Saat ini ada 3 wilayah yang terus dipantau karena potensinya tinggi.
Tenaga Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana mengatakan bencana hidrometeorologi dapat terjadi saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Potensi tersebut akan menjadi lebih parah apabila hujan turun dengan durasi yang cukup lama.
Sehingga perlu ada pemantauan rutin dan mitigasi agar tidak menimbulkan dampak parah.
“Selama masih ada hujan maka potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi. Khususnya wilayah dataran tinggi dan dataran rendah,” bebernya.
Ia menjelaskan, pada prinsipnya semua wilayah berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.
Sehingga semua perlu dilakukan pengawasan. Namun demikian saat ini ada tiga wilayah yang menjadi atensi BPBD.
Meliputi Kecamatan Sukapura, Lumbang, dan Dringu. Kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan.
Sebab saat hujan deras wilayah Kecamatan Sukapura dan Lumbang memiliki potensi longsor dan pohon tumbang.
Sementara di Kecamatan Dringu begitu berpotensi terjadi banjir akibat meningkatnya debit air sungai.
“Kalau saat ini tiga kecamatan yang masih jadi atensi. Sehingga perlu pengawasan yang rutin,” tuturnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah menambahkan, dalam kondisi hujan deras dalam jangka waktu yang lama, petugas dan relawan sudah berkoordinasi.
Nantinya jika kondisi berpotensi bencana maka pengumuman akan dikeluarkan. Selanjutnya assessment juga segera dilakukan.
“Bencana tidak dapat dicegah namun bisa diminimalisir dampak yang ditimbulkan. Jika sudah hujan maka koordinasi akan dilakukan secara intens,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Jawanto Arifin