Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bongkar ‘Petilasan’ Syekh Maulana Ishaq di Krucil

Agus Faiz Musleh • Jumat, 1 Maret 2024 | 20:03 WIB
DIBONGKAR: Sebuah bangunan makam yang diklaim sebagai Petilasan Syekh Maulana Ishaq di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, dibongkar Kamis (29/2).
DIBONGKAR: Sebuah bangunan makam yang diklaim sebagai Petilasan Syekh Maulana Ishaq di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, dibongkar Kamis (29/2).

KRUCIL, Radar Bromo- Sebuah makam yang dipercaya sebagian orang sebagai petilasan Syekh Maulana Ishaq Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, akhirnya dibongkar. Kamis (29/2), pembongkaran dilakukan oleh warga yang meyakini tempat ini sebagai petilasan.

“Benar dibongkar. Jemaahnya sendiri yang membongkar. Alat pembongkarannya mereka membawa sendiri,” ujar Sekretaris MUI Kecamatan Krucil Mahfud Suhairi Luthfi.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo Taufieq mengatakan, pembongkaran memamg sudah dijadwalkan sebelumnya. Pihaknya memang meminta jemaah yang sering datang ke lokasi ini untuk membongkarnya. Sebab, di lokasi tersebut memang bukan petilasan Syekh Maulana Ishaq.

 

 

Ketika kali pertama mendapatkan kabar tentang adanya petilasan Syekh Maulana Ishaq di Krucil, kata Taufieq, MUI langsung menelusurinya. Terlebih tidak ada warga setempat yang meyakini lokasi ini sebagai petilasan.

Setelah pimpian jemaah asal Kecamatan Besuk ini diklarifikasi, mengaku meyakini lokasi ini sebagai petilasan Syekh Maulana Ishaq tidak terlepas dari mimpi yang dialami. Dari mimpi itu, pimpinan dan jemaahnya beberapa kali menggelar acara keagamaan di lokasi tersebut.

Ngakunya dari mimpi. Kemudian ingin dikembangkan menjadi wisata religi agar bisa mendongkrak ekonomi,” katanya.

 

 

Taufieq berharap masyarakat tidak mudah meyakini suatu tempat sebagai petilasan. Terlebih, petilasan itu baru ditemukan akhir-akhir ini.

“Kalau memang petilasan, pasti kami akui sebagai petilasan. Kalau bukan petilasan, ya jangan disebut dan dijadikan petilasan,” katanya. (mu/rud)

Editor : Ronald Fernando
#petilasan #mui #krucil