Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Astaga, Sudah Punya Dua Cucu, Guru Ngaji di Probolinggo Setubuhi Santrinya hingga Hamil, Akhirnya Dihajar Warga

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 17 Februari 2024 | 07:56 WIB
TERLUKA: SN mendapat perawatan di rumah sakit setelah dihajar massa, Jumat (16/2) malam.
TERLUKA: SN mendapat perawatan di rumah sakit setelah dihajar massa, Jumat (16/2) malam.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Bejat benar kelakuan SN. Pria yang seharinya dikenal guru ngaji di Kraksaan ini tega mencabuli santrinya sendiri.

Mirisnya lagi, santrinya yang namanya sebut saja Bunga (nama samaran), 18, sampai hamil.

Warga yang mengetahui hal tersebut, jadi emosi. Alhasil, Jumat (16/2) malam warga mendatangi rumah SN.

Guru ngaji yang sudah berusia 50 tahun dan memiliki dua cucu tersebut, akhirnya dihajar massa.

SN bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka robek di bagian kepala atasnya, akibat dihajar warga.

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com di lokasi, insiden itu terjadi setelah Magrib.

Saat itu SN tengah mengajar ngaji santri di musalanya. Mendadak warga datang dengan penuh amarah.

Warga mendatangi rumah SN, setelah keluarga korban Bunga melapor ke Polres Probolinggo.

RM salah satu warga mengakan, ada seratus lebih warga yang datang ke rumah SN lantaran geram atas kelakukan bejat SN kepada HZ.

"Warga marah sudah, karena pencabulan yang dilakukan SN," kata RM saat ditemui di lokasi kejadian.

Massa yang datang dengan penuh emosi kemudian melakukan perusakan terhadap rumah korban. Sebanyak tiga jendela kaca, baik rumah maupun kelas pun pecah.

Tak hanya itu, warga yang datang pun langsung mendatangi SN untuk meluapkan kekesalannya.

SN kemudian menjadi bulan-bulanan warga. samapai akhirnya pihak kepolisan datang.

"Sempat dimassa, kemudian diamankan. Dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

DIRUSAK: Polisi melakukan identifikasi di rumah SN yang kacanya dirusak oleh massa.
DIRUSAK: Polisi melakukan identifikasi di rumah SN yang kacanya dirusak oleh massa.

Sementara itu, AR salah satu warga lainnya mengatakan bahwa, sebelum dikeroyok warga, SN hendak melakukan perlawanan.

Bahkan guru ngaji tersebut sempat mengambil parang di dalam rumahnya.

"Jadi pada saat warga datang dia (SN) langsung lari ke rumahnya dan keluar membawa parang, diikuti oleh menantunya juga bawa parang," katanya.

SN disebutnya, sempat hendak melakukan perlawanan kepada massa yang datang.

Namun karena kalah jumlah, akhirnya SN tak sempat melawan dan dihajar warga.

Bekas darah cukup banyak terlihat dia area rumah SN. Kondisi ini berakhir setelah pihak kepolisian setempat datang dan mengamankan pelaku.

"Kami bawa ke rumah sakit (SN) untuk diberi perawatan, karena mengalami luka di bagian kepalanya. Sementara itu di lokasi kami minta agar masyarakat dapat menahan amarahnya, agar tidak terjadi anarkis," ujarnya.

Sampai pukul 23.00, suasana rumah SN masih dikerumuni warga. Sampai Akhirnya Wakapolres Kabupaten Probolinggo turun langsung ke lokasi untuk meredam dan menenangkan warga.

"Kami meminta agar masyarakat tidak melakukan sesuatu yang anarkis. Karena hal itu, bisa menambah tersangka lain. Serahkan kepada kami, kami berjanji proses hukum akan terus berjalan, kami kami kawal sampai di pengadilan nanti," kata Wakapolres Probolinggo Kompol Supiyan, diiringi sautan warga yang meredam. (mu/fun)

Editor : Fandi Armanto
perlindungan anak guru ngaji cabul