Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ban Pecah, Pikap Oleng Tabrak HRV dan Adu Moncong dengan Truk di Gending, Dua Tewas

Achmad Arianto • Jumat, 16 Februari 2024 | 01:19 WIB
SAMA-SAMA RINGSEK: Kondisi pikap dan truk yang sama-sama ringsek usai terlibat tabrakan adu moncong di jalan raya pantura, Brumbungan Lor, Gending, Probolinggo, (15/2). (Achmad Arianto/ Radar Bromo)
SAMA-SAMA RINGSEK: Kondisi pikap dan truk yang sama-sama ringsek usai terlibat tabrakan adu moncong di jalan raya pantura, Brumbungan Lor, Gending, Probolinggo, (15/2). (Achmad Arianto/ Radar Bromo)

GENDING, Radar Bromo-Jalur pantura Kabupaten Probolinggo kembali memakan korban jiwa. Kamis pagi (15/2), kecelakaan karambol terjadi di Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending.

Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan  itu membuat dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara, tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 09.15.

Kecelakaan bermula dari sebuah pikap warna hitam bernomor polisi N 9521 NJ melaju dari arah timur ke barat.

Pikap bermuatan bawang merah ini disopiri Gusti Ramadhan Oktaviano, 18, warga Dusun Krajan, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron.

Di dalamnya ada dua penumpang yang ikut. Yakni Lintang Faisya Safitri, 16, warga Dusun Krajan, Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending. Satu lagi, Ahmad Afani, 30, warga Dusun Krajan, Desa Brumbungan Kidul, Kecamatan Maron.

Saat melaju di jalan raya Pantura Desa Brumbungan Lor, petaka terjadi. Pikap mengalami pecah ban depan sebelah kanan.

Pikap yang melaju dengan kecepatan tinggi itu pun kemudian hilang kendali. Pikap masuk ke ruas jalan berlawanan.

Pikap kemudian menyerempet sebuah mobil Honda HRV bernomor polisi N 1894 MM yang disopiri Sandrim Hadi Purwanto, 48, warga Dusun Gumuk Mas, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Saat itu, Honda HRV melaju dari arah barat ke timur. Atau jalur berlawanan dengan pikap.

Laju kendaraan yang kencang membuat pikap tak bisa berhenti. Kemudian kembali menabrak sebuah truk yang saat itu mengekor di belakang mobil HRV.

Truk yang memuat daging ayam itu disopiri Muhammad Deri Aditya, 27, bersama kernetnya, Aan Sholihuddin, 38. Keduanya merupakan warga Dusun Modopuro, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

“Pikap bermuatan bawang merah dari timur memang cukup kencang. Lalu pecah ban depan kemudian banting setir ke kanan menabrak mobil. Pikap berhenti setelah tabrakan depan dengan truk,” kata warga Gading, Ummy Kalsum.

Ummy menjelaskan, pikap dan truk tabrakan adu moncong. Setelah tabrakan, sopir maupun penumpang di dalamnya terjepit bagian depan kendaraan yang ringsek.

Warga yang melintas saat itu kemudian bernisiatif segera menolong korban. Mulai dari korban yang paling mudah dijangkau hingga menyisakan satu sopir truk yang tergencet karena sulit untuk dievakuasi.

“Saya tidak berani mendekat, jadi saya liat warga mengevakuasi dari jarak 15 meter. Yang dikeluarkan dulu korban dari pikap, kemudian truk. Sopir truk dievakuasi belakangan karena tergencet bagian depan truk yang ringsek,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Rosid. Warga Randupitu, Kecamatan Gending  itu menyebut, kecelakaan terjadi saat situasi lalu lintas tidak terlalu ramai. Sehingga kendaraan yang melintas saat itu dapat memacu kendaraannya dengan cepat.

Kabarnya, pikap yang menabrak truk tersebut baru berangkat dari rumah. Hendak mengirim bawang merah. Sopir pikap ditemani oleh kerabatnya.

“Pikap mau ngirim bawang, infonya mau dibawa ke Malang. Saat kejadian arus lalu lintas juga tergolong cukup lengang. Karena itulah laju kendaraan bisa dipacu dengan kencang,” tuturnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa saksi.

Insiden kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan yakni pikap, mobil Honda HRV, dan truk. Total korban dalam kecelakaan ini sebanyak lima orang. Dua di antaranya meninggal dunia di TKP. Yakni, sopir truk Muhammad Deri Aditya dan satu penumpang pikap Ahmad Afani.

Sementara tiga korban lainnya, Gusti Ramadhan Oktaviano, Lintang Faisya Safitri, dan Aan Sholihuddin mengalami luka. Semuanya dirawat di RSUD Waluyo Jati.

“Semua korban sudah dievakuasi. Kecelakaan diduga kuat karena kealpaan pengemudi pikap. Tidak bisa menguasai kendaraan,” jelasnya. (ar/fun)

Editor : Muhammad Fahmi
#tabrak truk #kecelakaan karambol #jalur pantura #kecelakaan maut