Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cara Desa Pajurangan Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warganya

Achmad Arianto • Kamis, 15 Februari 2024 | 12:22 WIB
PENUHI KEBUTUHAN: Dua bocah berada di bawah tandon air Dusun Mudinan II. Infrastruktur ini menjadi solusi pemenuhan air bersih warga.
PENUHI KEBUTUHAN: Dua bocah berada di bawah tandon air Dusun Mudinan II. Infrastruktur ini menjadi solusi pemenuhan air bersih warga.

Pembangunan berbasis kebutuhan warga menjadi prioritas Pemerintah Desa (Pemdes) Pajurangan, Kecamatan Gending. Perencanaan dilakukan dengan matang namun realisasinya dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran.

 

DESA Pajurangan memiliki kondisi geografis berada dekat dengan pesisir pantai. Hal ini berdampak pada infrastruktur dan ketersediaan pelengkap kebutuhan sehari-hari menjadi lebih terbatas. Salah satunya adalah air bersih yang tidak merata.

Ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari tidak luput dari penggunaan air. Baik untuk konsumsi, maupun digunakan untuk membersihkan badan dan lingkungan. Karenanya kebutuhan air bersih untuk warga desa harus lebih terjamin.

Wilayah Desa Pajurangan belum semuanya memiliki kualitas air bersih yang cukup layak. Salah satunya adalah Dusun Mudinan II yang belum teraliri air bersih. Karenanya untuk mewujudkan pemerataan pemenuhan air bersih perlu disusun sebuah kebijakan yang tepat. Agar nantinya mampu mengakomodir kebutuhan air bersih dilingkungan masyarakat.

 

 

"Tahun lalu sudah kami realisakan tandon air bersih di RT 9/RW 5, Dusun Mudinan II. Tandon tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” kata Kepala Desa Pajurangan, Agus Sunaryo.

Pembangunan tandon air di setinggi sekitar 10 meter dengan konstruksi beton. Dilengkapi dengan pompa air visible, tandon yang dibangun menjadi titik pemenuhan air bersih. Selanjutnya akan didistribusikan menuju pemukiman warga. Pemdes juga melakukan pipanisasi air bersih menuju rumah warga. Tercatat sebanyak 22 kepala keluarga telah mendapatkan air bersih.

UMKM: Beberapa perempuan mengupas bawang merah untuk bahan baku usaha bawang goreng di Dusun Mudinan II.
UMKM: Beberapa perempuan mengupas bawang merah untuk bahan baku usaha bawang goreng di Dusun Mudinan II.

"Pipanisasi dapat diperluas. Namun untuk pelaksanaannya warga bisa langsung menyambung menggunakan uang pribadi," ucapnya.

Pengembangan UMKM turut menjadi perhatian serius Pemdes Pajurangan. Sebuah UMKM bawang goreng yang berada di Dusun Mudinan II rutin mendapatkan pembinaan dari desa. Sehingga mampu berkembang dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Bukan hanya itu pemasaran hasil produksinya juga sudah cukup luas sampai Papua.

“Ada usaha bawang goreng yang rutin kami bina. Sudah mampu merekrut tenaga kerja sekitar,” bebernya. (ar/fun/*)

 

Pasang Penerangan Jalan Ciptakan Keamanan Desa

BANYAK ruas jalan desa membentang melintasi tengah-tengah pemukiman dan pertanian milik warga belum dilengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Kondisi demikian membuat jalan lebih gelap dan mengkhawatirkan. Sehingga kerap dikeluhkan oleh warga. Karenanya Pemerintah Desa Pajurangan melakukan pengadaan PJU.

Pemdes Pajurangan telah melakukan pemetaan menyeluruh pada seluruh ruas jalan di desa.

Baik jalan poros desa, jalan menuju pemukiman penduduk dan pertanian milik warga. Rupanya beberapa ruas ditemukan belum memiliki dan perlu dipasang PJU.

 

 

"Ada beberapa titik ruas jalan yang belum memiliki PJU. Letaknya di Dusun Gilin. Perlu dilengkapi PJU karena ruas jalan cukup ramai," kata Kepala Desa Pajurangan Agus Sunaryo.

PJU rencananya akan dibangun dengan konstruksi tiang dengan material besi setinggi 4 meter. Pemasangan PJU masing-masing memiliki jarak 30 meter.

Dengan jarak tersebut paparan cahaya lampu akan menerangi setiap sudut jalan. Jalan poros desa yang PJU nanti akan terlihat begitu terang pada malam hari. Warga tidak lagi was-was lagi saat melintasi jalan pada malam hari.

"Pengadaan PJU ada 31 unit. Realisasinya akan segera kami lakukan," ucap Agus Sunaryo.

 

Baca Juga: Polres Probolinggo Minta Masyarakat Waspadai Hoaks

 

Dia menambahkan, pemdes tahun ini juga memiliki program ketahanan pangan. Dengan sasaran berupa membangun 2 Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 400 meter dan 120 meter di RT 1/RW 1, Dusun Gilin.

SEGERA DIBANGUN: Kasi Pemerintahan Desa Pajurangan Moh. Basori meninjau lokasi pembangunan TPT di Dusun Gilin.
SEGERA DIBANGUN: Kasi Pemerintahan Desa Pajurangan Moh. Basori meninjau lokasi pembangunan TPT di Dusun Gilin.

Infrastruktur ini perlu dibangun untuk memperkuat bahu jalan usaha tani yang menjadi pembatas antara lapangan desa dengan areal pertanian. Saat ini kondisinya masih berupa tanah.

Bukan hanya itu pembangunan TPT juga untuk menjaga luas jalan yang kerap tergerus oleh petani sekitar.

Petani mengurangi luas jalan dengan mencangkul dan memanfaatkannya untuk lahan tanam.

 

 

Jika hal ini dilakukan secara terus menerus maka luas jalan akan semakin menyempit.

“TPT perlu kami bangun karena memang sebuah kebutuhan. Dalam jangka panjang nantinya sisi yang sudah dibangun TPT akan kami bangun jalan,” pungkasnya. (ar/fun/*)

Editor : Ronald Fernando
#kecamatan gending #Desa Pajurangan #transparansi desa