KRAKSAAN, Radar Bromo- Musim hujan di Kabupaten Probolinggo telah mencapai puncak. Bahkan, sejumlah wilayah mulai kebanjiran. Namun, masih ada desa yang kekurangan air bersih.
Tiga desa itu tersebar di Kecamatan Tiris. Pemerintah desa dari tiga desa ini pun meminta bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo. Ketiga desa itu adalah Desa Rejing, Desa Tegalwatu, dan Desa Tulupari.
Ternyata, tiga desa ini kesulitan air bersih bukan karena sumbernya kering. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, pengiriman air bersih dilakukan lantaran sumber mata air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terganggu.
“Pompa air rusak, sehingga tidak mengalir ke rumah warga. Sudah seminggu, sehingga kami lakukan pengiriman ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurang air bersih,” katanya.
Pengiriman air bersih dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah tersebut. Sabtu (27/1), Desa Rejing yang mendapatkan kiriman 12.000 liter air.
“Diperuntukkan bagi 75 kepala keluarga (KK) atau 250 jiwa yang berada di Desa Rejing,” ujarnya.
Belajar dari kejadian ini, Oemar meminta kepada masyarakat bila terjadi dampak bencana, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo, segera melapor ke Pusdalops BPBD Kabupaten Probolinggo. Termasuk soal kekurangan air bersih.
“Distribusi air bersih ini kami lakukan dengan tujuan memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya distribusi air bersih ini, Oemar berharap kebutuhan masyarakat terpenuhi dan permasalahan dapat diselesaikan. Ia mengimbau masyarakat menggunakan air bersih seperlunya, sesuai kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan.
“Kami mengimbau masyarakat dalam menghadapi musim hujan lebih berhati-hati. Terutama ketika curah hujan ekstrem dan angin puting beliung. Jangan buang sampah sembarangan dan melakukan kerja bakti bersama untuk membersihkan saluran-saluran air guna mengurangi potensi banjir,” pintanya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando