KRAKSAAN, Radar Bromo–Penanganan kebakaran harus dikenalkan sejak dini. Agar setiap orang tahu bagaimana langkah yang bisa dilakukan bila bencana ini terjadi.
Seperti Kamis (25/1) saat personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo dikunjungi puluhan siswa-siswi Raudhatul Athfal (RA) Hidmatul Hikam, Desa Alassumur Lor, Besuk.
Mereka tak hanya dikenalkan bagaimana petugas damkar bekerja. Tetapi juga peralatan petugas saat bekerja.
Salah satu personel Adi Susanto menjelaskan apa saja yang dapat menyebabkan kebakaran.
Misalnya bermain korek api atau memasang colokan listrik yang berlebihan. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan percikan api dan kebakaran.
Siswa makin antusias saat Adi mengenalkan helm, fire jacket, sepatu, sarung tangan, celana, tabung gas, dan masker yang digunakan petugas. Apalagi ketika memakai alat pelindung diri (APD) petugas saat memadamkan api yang beratnya mencapai 18 kilogram.
Petugas juga mendemonstrasikan cara memadamkan api saat terjadi kebocoran gas kepada ibu-ibu siswa yang turut serta mendampingi anak-anak mereka.
Caranya, dengan segera mematikan sumber api dan memadamkan api menggunakan kain basah.
Menyiram langsung dengan air, menurut Adi, adalah kesalahan fatal. Karena api akan semakin membara. Demikian pula dengan melemparnya ke kolam air.
“Jadi ibu-ibu jangan panik. Ambil kain dan basahi, lalu putar kenop pada regulator atau segera tutup sumber apinya, maka api akan padam,” papar Adi.
Guru pendamping RA Hidmatul Hikam Amina mengungkapkan, alasan mengajak murid-muridnya ke kantor damkar adalah untuk memperkenalkan salah satu profesi di masa depan.
Kebetulan, kata Ami, tema pelajaran dua minggu lalu adalah mitigasi bencana, termasuk kebakaran.
“Apalagi sekarang ini kebakaran sering terjadi. Jadi anak-anak dapat melihat langsung alat-alat apa saja yang dipakai saat terjadi kebakaran,” tutur Ami.
Balqis Maharani Wijaksono, siswi RA Hidmatul Hikam merasa senang bisa ikut ke kantor Pemadam Kebakaran yang terletak di sebelah utara Alun-alun Kota Kraksaan.
Baca Juga: Deadline Sisa Sebulan, Proyek Gedung Damkar Kabupaten Pasuruan Rampung 85 Persen
Dia dan teman-temannya mendapat banyak pelajaran. “Kalau ada kebakaran, telepon Pemadam Kebakaran. Kita juga gak boleh bermain korek api,” ucap siswi yang berusia 6 tahun ini.
Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengungkapkan pihaknya hampir setiap hari menerima kunjungan edukasi siswa.
Guna mengedukasi kepada anak-anak, agar mereka mengerti kebakaran sampai pemadamannya.
“Ada ilmu yang kami berikan kepada anak-anak tentang cara mengantisipasi kebakaran,” jelasnya. (mu/fun)
Editor : Achmad Syaifudin