PAITON, Radar Bromo - Tri Sutrisno, 39, sedang pulang ke rumah orang tuanya di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dia pun ngobrol dengan beberapa tetangganya saat sampai di rumahnya.
Tri yang kini menjadi warga Besuk Kidul, Kecamatan Besuk itu ngobrol tidak jauh dari rumah orang tuanya, Jumat (19/1) malam. Saat ngobrol itulah, sebuah pikap berhenti.
Dari pikap itu kemudian turun dua lelaki. Satu menggunakan celana pendek dan satu lagi menggunakan celana Panjang.
Dua lelaki itu kemudian mendatangi warga Besuk Kidul itu. Tidak lama kemudian, mereka terlibat cekcok.
Yang membuat heboh, warga Besuk Kidul itu diduga tidak mengenal dua pelaku yang mengeroyoknya. Dia sendiri saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Warga Besuk Kidul itu mengalami sejumlah luka. Dia mengalami luka di bibir bawah dan mata kanan.
Berdasarkan keterangan istri korban Nilawati pada petugas Polsek Paiton, suaminya tidak mengenal dua pelaku. Para pelaku itu tiba-tiba saja mendatangi korban yang saat itu sedang ngobrol dengan tetangga dekat rumahnya di Dusun Tanjung Kidul, Desa Karanganyar, Paiton.
Korban sendiri aslinya warga Karanganyar. Namun, setelah menikah dia tinggal di rumah istrinya di Dusun Gedangan, Desa Besuk Kidul, Besuk.
Pada hari saat pengeroyokan terjadi, korban baru tiba dari Besuk bersama istrinya. Malam hari sekitar pukul 21.00, korban ngobrol dengan beberapa tetangganya. Tak jauh dari rumahnya.
“Tak lama kemudian, datang beberapa orang tidak dikenal dengan mengendarai sebuah mobil pikap. Lantas, dua orang turun dari pikap dan menghampiri korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Paiton Aipda Romli, Sabtu (20/1).
Mereka pun langsung cekcok. Hingga akhirnya, salah satu dari pelaku emosi dan memukul warga Besuk Kidul itu. Akibat pukulan itu, korban terjatuh. Pelaku yang lain kemudian ikut memukulnya.
Aksi pengeroyokan itu sempat direkam Nilawati, istri korban. Videonya lantas menyebar di pesan berantai WhatsApp, hingga akhirnya viral.
“Korban asalnya dari Karanganyar. Saat itu pulang bersama istrinya dari Besuk. TKP pengeroyokan tak jauh dari rumah,” tambah Kanit Reskrim.
Setelah mengeroyok warga Besuk Kidul itu, kedua pelaku kabur. Sementara istri korban yang tidak terima melihat kejadian itu, segera membawa korban ke Polsek Paiton untuk laporan.
“Saat diperiksa korban mengalami luka memar di bibir bawah dan mata kanan. Sampai saat ini masih dirawat di RSUD Waluyo Jati,” lanjutnya.
Menurut Romli, pihaknya sudah meminta keterangan pada dua saksi. Yaitu, saksi korban dan tetangga korban yang ada di lokasi kejadian.
Walaupun, memang pemeriksaan belum maksimal. Sebab, warga Besuk Kidul itu masih dalam perawatan medis.
Dari pemeriksaan sementara dan dari video yang viral diduga, salah satu pelaku adalah mantan kades di Paiton. Namun, pendalaman masih akan dilakukan. Rencananya, warga Besuk Kidul itu akan diperiksa lagi saat kondisinya membaik.
“Pelakunya diduga kuat mantan kades. Penyelidikan terus kami lakukan. Termasuk apa motif yang melatarbelakangi pengeroyokan tersebut,” pungkasnya. (ar/hn)
Editor : Jawanto Arifin