KRAKSAAN, Radar Bromo–Proses pembangunan ruas tol Probolinggo-Banyuwangi atau tol Probowangi membawa dampak bagi sejumlah jalan di wilayah Probolinggo.
Sejumlah ruas jalan yang dilintasi truk-truk pengangkut material tol Probowangi itu selain bergelombang, material juga banyak berjatuhan.
Akibatnya, saat hujan turun, sejumlah ruas jalan yang dilewati truk besar muat material tol Probowangi itu jadi licin.
Misalnya di ruas jalan Semampir-Krejengan di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Jalan itu licin setelah hujan turun. Akibatnya, banyak pengendara yang jatuh di sana.
Jalanan licin karena tanah uruk yang diangkut truk untuk proyek strategis nasional (PSN) Tol Probolinggo-Banyuawangi atau tol Probowangi di ruas jalan itu, banyak yang berjatuhan ke jalan.
Setelah hujan turun, sisa material tanah uruk pun berubah jadi lumpur. Sehingga, jalan menjadi licin.
Wasik, 45, salah satu pengendara yang melintas di jalan Semampir-Krejengan mengatakan, jalan yang licin membuat para pengendara resah. Sebab, tak jarang pengendara jatuh terpeleset.
“Alhamdulillah, saya tidak pernah jatuh. Hanya saya sering melihat pengendara lain jatuh. Terpeleset akibat jalan yang licik. Sepekan ini mungkin sudah ada empat sampai lima orang yang jatuh,” kata warga Krejengan tersebut, Kamis (18/1).
Sekitar empat hari lalu atau Selasa (14/1), ia melihat pengendara motor jatuh akibat jalan licin. Pengendara ini tidak sendirian. Dia membonceng dua orang, satu di antaranya anak kecil.
“Kasihan, satu keluarga tiga orang. Ada anak kecilnya, terjatuh. Tepat di terowongan tol (box underpass) masuk Krejengan itu. Di sana kan dekat sekali sama pengerjaan tol,” ujarnya.
Ainul Jannah, pengendara lain mengeluhkan hal yang sama. Dia juga menyaksikan ada pengendara yang terpeleset di ruas jalan itu.
“Sekitar dua hari yang lalu saat ngopi di warung dekat jalan, ada bunyi jatuh keras sekali. Setelah saya lihat sama teman-teman, ternyata ada pengendara yang jatuh karena jalan licin,” kata warga Kraksaan ini.
Kondisi ini disebutnya tak hanya terjadi di ruas jalan Semampir-Krejengan. Namun, hampir di seluruh jalan yang menjadi perlintasan truk tanah uruk.
“Di Kotaanyar, Besuk, dan Paiton sama saja. Saya melintas kondisinya juga licin kalau hujan,” katanya.
Mereka pun berharap, pihak jalan tol tidak hanya memprioritaskan penyelesaian proyek. Namun, juga memperhatikan keselamatan masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra mengatakan, kejadian tersebut perlu menjadi perhatian pelaksana Tol Probolinggo-Banyuwangi. Terlebih manajemen konstruksinya (mankon).
“Harusnya mankon memberi teguran kepada sub mankonnya agar saat kondisi jalan bakal licin, segera membersihkan jalan. Menyemprot jalan. Sehingga tidak licin,”ujarya.
Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi Humas Tol Probowangi Paket 1 Eri Suryanto. Namun, sampai berita ini ditulis, yang bersangkutan tak merespons panggilan, maupun pesan selular yang masuk. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi