DRINGU, Radar Bromo - Meningkatnya intensitas curah hujan membuat potensi bencana hidrometeorologi juga turut perlu diwaspadai.
Selama Desember saja, ada 7 bencana hidrometeorologi di Kabupaten Probolinggo yang terjadi hingga menimbulkan kerugian materil.
Bencana hidrometeorologi terjadi karena perubahan cuaca dan meningkatnya intensitas curah hujan. Macam bencana yang dapat terjadi di antaranya adalah angin kencang, tanah longsor, banjir dan cuaca ekstrem. Bencana yang datang kerap membahayakan dan menimbulkan kerusakan pada wilayah terdampak.
“Kalau intensitas hujan sudah meningkat, bencana hidrometeorologi juga berpotensi terjadi. Sehingga kewaspadaan juga perlu ditingkatkan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah.
Tujuh bencana hidrometeorologi yang terjadi di Desember, meliputi 5 angin kencang dan cuaca ekstrem. Sehingga menyebabkan pohon tumbang terjadi di Desa Klaseman dan Curahsawo, Kecamatan Gending; Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil; Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran; serta Desa Kertosono, Kecamatan Gading. Kemudian tanah longsor terjadi di Desa/Kecamatan Sumber dan Desa/Kecamatan Krucil.
“Sejauh ini bencana hidrometeorologi masih karena angin kencang dan cuaca ekstrem. Ada beberapa bangunan terdampak bencana yang rusak sehingga menimbulkan kerugian materiil,” bebernya.
Zubaidullah menjelaskan jika mitigasi resiko bencana hidup meteorologi perlu lebih digalakkan. Dengan melakukan penanaman pohon berakar kuat pada lahan gundul.
Agar mampu menahan material tanah. Khususnya pada wilayah dataran tinggi sehingga tidak mudah longsor atau erosi.
Kemudian membangun atau membersihkan drainase yang ada di sekitar rumah. Sehingga air hujan dapat segera dibuang dan tidak menimbulkan genangan atau banjir.
Memangkas pohon yang ada di sekitar tempat tinggal. Pohon berdaun rimbun dan lapun sangat berpotensi tumbang apabila terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang.
Dengan demikian pemangkasan perlu dilakukan agar pohon bisa lebih kuat dan tidak mudah tumbang.
“Mitigasi yang harus dilakukan memang terlihat sepele. Namun jika dilaksanakan maka potensi bencana bisa ditekan,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Jawanto Arifin