KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo kembali mendatangkan dua kendaraan.
Unit baru ini masing-masing Fire Truk dan Truk Water Supply. Masing-masing berkapasitas 4.000 Liter.
“Pengadaan tahun ini menggunakan DBCHT, anggaran untuk dua kendaraan Rp 2 Miliar,” kata Andrea parsaulian plt sekdinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, Selasa (19/12).
Dua kendaraan tersebut rencannaya akan disiagakan di wilayah tengah Kabupaten Probolinggo. Tepatnya di Kantor Satpol PP di wilayah Kecamatan Kraksaan.
“Dengan datangnya kendaraan pemadam baru ini, total kini ada 4 truk pemadam dan dua truk water supply,” kata pria yang menjabat sebagai Kabid Damkar, Satpol PP Kabupaten Probolinggo tersebut.
Tidak hanya menambah kendaraan. Satpol PP kabupaten Probolinggo juga menambah unit lokasi siaga. Bertujuan untuk menyiapkan kendaraan pemadam kebaran di beberapa wilayah.
“Untuk satu truk pemadam dan water supply kami taruh di Kraksaan. Kemudian dua truk pemadam kita taruh di Dringu. Ada tambahan satu lagi di Condong, dekat puskesmas. Di sana akan dibangun tempat satu truk pemadam dan satu truk water supply,” ujarnya.
Adanya penambahan kendaraan dan unit siaga tersebut, diungkap Andre, bertujuan untuk memaksimalkan penanganan kejadian bekaran. “Dengan begini, wilayah tengah, selatan dan barat sudah cukup bisa dimaksimalkan penangananya saat terjadi kebakaran. Sementara wilayah timur masih belum ada,” katanya.
Satpol PP juga berencana melakukan penambahan pos unit damkar di wilayah tersebut beras di Tongas Dan Paiton. Sejauh ini damkar baru memiliki tiga pos unit damkar. Jumlah tersebut masih dirasa belum ideal.
“Idealnya, di wilayah Tongas dan Paiton ada. Sejauh ini kami punya tiga, yakni Kraksaan, Dringu dan terbaru di wilayah Condong,” kata Andrea.
Penambahan pos unit damkar ini sebagai optimalisasi standart pelayanan minimal (SPM) tentang penagananan bencana kebakaran. Dengan tiga pos unit, SPM belum bisa maksimal.
“SPM-nya kan paling tidak 15 menit, pemadam kebakaran sudah melakukan pemadaman. Untuk memaksimalkan pelayanan, sehingga perlu penambahan,” ujarnya.
Untuk wilayah Tongas, rencananya pembangunan pos unit damkar akan dilakukan di sekitar rest area Tongas. Sementara di Paiton masih belum di ketahui.
“Hanya saja kami perlu melihat kekuatan anggaran yang ada. Tentu dengan bertambahnya pos, maka kendaraan dan personil butuh disiapkan,” ujarnya. (mu/fun)
Editor : Ronald Fernando