GADING, Radar Bromo - Proses evakuasi truk tronton pengangkut tanah sirtu untuk uruk jalan Tol Probowangi yang terguling di Condong, Gading, Kabupaten Probolinggo cukup memakan waktu. Perlu setidaknya dua kendaraan untuk melakukan evakuasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, proses evakuasi tidaklah mudah. Sebab, truk yang terguling memiliki ukuran besar dan mengangkut tanah uruk yang penuh di baknya. Dengan demikian, proses evakuasi dilakukan secara bertahap.
“Evakuasi perlu dilakukan segera. Namun, harus bertahap. Jalan yang sempit juga sedikit menyulitkan proses evakuasi,” katanya.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo, selama truk belum dievakuasi, arus lalu lintas di sekitar TKP terganggu. Jalan yang sempit membuat kendaraan yang lewat harus bergantian.
Khusus kendaraan roda empat yang bermuatan, harus berhati-hati. Sebab, sisi selatan jalan memiliki tinggi berbeda. Jika keluar dari jalan aspal kendaraan akan terguling.
Aditya menjelaskan, evakuasi dilakukan dengan dua cara. Pertama, memindah muatan tanah uruk di truk. Ini, dilakukan untuk mengurangi beban truk.
Selanjutnya, menggunakan sebuah ekskavator untuk menarik truk ke posisi semula. Setelah semuanya selesai, truk akan dievakuasi pada tempat yang aman.
“Sampai pukul 18.58, proses evakuasi masih dilakukan. Kami utamakan kehati-hatian baik petugas yang mengevakuasi. Serta, warga yang sedang lewat,” pungkasnya.
Diketahui, truk tronton pengangkut tanah uruk untuk proyek jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) diduga alami rem blong. Truk pun oleng dan menabrak dua motor di depannya, Senin (18/12) siang. Nahas, dua korban meninggal dan dua korban luka-luka.
Kecelakaan itu terjadi di jalan Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 11.00. Saat itu, truk tronton bernopol W 9330 NB yang disopiri Sudi Prayitno, 40, selesai mengambil tanah uruk. Lantas, truk berangkat ke lokasi proyek Tol Probowangi di Gading.(ar/hn)
Editor : Ronald Fernando