GADING, Radar Bromo-Sebuah truk tronton pengangkut tanah uruk untuk proyek jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) diduga alami rem blong. Truk pun oleng dan menabrak dua motor di depannya, Senin (18/12) siang. Nahas, dua korban meninggal dan dua korban luka-luka.
Kecelakaan itu terjadi di jalan Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 11.00. Saat itu, truk tronton bernopol W 9330 NB yang disopiri Sudi Prayitno, 40, selesai mengambil tanah uruk. Lantas, truk berangkat ke lokasi proyek Tol Probowangi di Gading.
Sesampai di jalan Desa Condong, kondisi jalan menurun. Truk diduga mengerem. Namun, ternyata rem mengalami blong. Hingga truk pun melaju tanpa kendali.
Lalu, truk itu menabrak sebuah motor matik L 5022 ZJ yang saat itu melaju searah di depan truk.
Motor ini dikendarai Hayyi, 37, warga Dusun Cangkring, Desa Pandanlaras, Krucil, Kabupaten Probolinggo. Truk pun menabrak motor itu dengan kecepatan tinggi.
“Truk mengangkut tanah uruk tol itu melaju dari timur ke barat. Remnya seperti blong. Lalu menabrak Hayyi yang saat itu pakai motor sendirian,” kata warga Krucil, Dedi, 39.
Hayyi yang juga bendahara Desa Pandanlaras itu langsung hilang kendali terkena hantaman moncong truk. Kemudian jatuh di bahu jalan dan tak bergerak.
Truk yang masih melaju lantas banting setir ke kanan. Nahasnya, saat itu melaju dari arah berlawanan sebuah motor matik L 6510 SL dikendarai Muzekki, 32. Dia membonceng istrinya, Rovi'ah, 30 dan putranya, Muh. Nuriz Zamzami, 6. Ketiganya merupakan warga Dusun Laok Songai, Desa Tambelang, Krucil.
Motor mereka pun dihantam truk. Pemotor yang masih satu keluarga ini kemudian terjatuh di bahu jalan. Truk kemudian terguling ke kiri sisi sebelah utara jalan.
“Truk berhenti setelah menabrak motor yang melaju dari barat ke timur. Lalu terguling,” imbuh Dedi.
Warga setempat pun spontan menolong para korban. Korban Muzekki, Rovi'ah, dan Muh. Nuriz Zamzami langsung dibawa ke Puskesmas Condong.
Setelah mendapatkan pertolongan awal, para korban dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Namun, saat dirawat, Muh. Nuriz Zamzami yang masih berusia 6 tahun meninggal dunia. Sementara bapak dan ibunya mendapatkan perawatan intensif.
Di sisi lain, Hayyi mengalami luka berat di bagian dada. Dia meninggal dunia di TKP. Jenazah korban juga langsung dibawa ke RSUD Waluyo Jati.
“Korban semuanya sudah dibawa ke Kraksaan (RSUD Waluyo Jati, Red). Satu orang meninggal di sini (TKP, Red). Jalan sekitar sini memang sering dilewati truk tronton bermuatan tanah uruk. Truk hanya libur saat sedang hujan,” kata warga Desa Gading, Sukardi, 48.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Juga memeriksa beberapa saksi di lokasi kejadian. Hasilnya diduga kuat kecelakaan terjadi karena dua faktor.
Yakni, faktor manusia karena kealpaan dan kelalaian pengemudi truk. Sopir kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas. Kemudian faktor kedua, karena truk mengalami gangguan fungsi pengereman. Sehingga, menyasak kendaraan yang berada di depannya.
“Dugaan kuat karena kealpaan dan rem blong. Sopir sudah kami amankan. Dua orang meninggal dalam insiden ini. Satu meninggal di TKP, satu korban yang masih anak kecil meninggal di rumah sakit. Sementara dua lainnya saat ini masih mendapat penanganan medis,” tutur perwira dengan satu balok di pundaknya itu. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi