GENDING, Radar Bromo – Memiliki media publikasi yang rutin terbit, membuat SMAN 1 Gending termotivasi meningkatkan kemampuan menulis anggota jurnalistiknya.
Diklat Jurnalistik pun digelar bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (14/12).
Acara itu diikuti 40 peserta di Aula Jabal Rahma SMAN 1 Gending, Jalan Sebaung, Desa Sebaung, Kecamatan Gending.
Para peserta terdiri atas anggota ekskul jurnalistik, OSKA, dan Dewan Pers Sekolah.
Mereka rata-rata memiliki pengalaman menulis secara rutin di mading sekolah. Terutama setiap kali ada kegiatan di sekolah.
Diklat dibuka Kepala SMAN 1 Gending Supriyadi dan dimulai pukul 08.00 hingga 12.00.
Dalam sambutannya, Supriyadi mengatakan, diklat ini sengaja digelar untuk memberikan bekal tentang ilmu jurnalistik pada siswa. Terutama anggota ekstrakurikuler jurnalistik.
“Harapannya, nantinya pengetahuan tentang jurnalistik yang diperoleh ini bisa diterapkan di sekolah. Terutama saat mempublikasikan kegiatan sekolah,” katanya saat memberikan sambutan membuka acara.
Supriyadi bahkan berharap, kegiatan jurnalistik ini bisa mengangkat nama sekolah.
Khususnya di bidang publikasi. “Karena itu, saya minta semua peserta yang ikut untuk menyimak dengan sungguh-sungguh materi tentang jurnalistik yang disampaikan. Baik itu jurnalistik secara khusus dan umum,” lanjutnya.
Selama diklat, para peserta mendapat materi tentang teknis menulis berita dan wawacara dari Pemred Jawa Pos Radar Bromo Hana Susanti.
Dimulai dengan memberikan penjelasan secara umum tentang perkembangan media. Dimulai dari media cetak, media elektronik, dan cyber media.
Baru kemudian materi tentang cara menulis berita dan wawancara diberikan. Peserta lantas praktik menulis berita dua kali.
Selama praktik, semua peserta bisa menyelesaikan tugas dengan cukup baik.
“Semuanya saya nilai sudah cukup baik ya. Namun, perlu diperbaiki dalam pembuatan judul. Sama dengan isi berita, judul harus menarik,” terangnya.
Pembina Ekskul Jurnalistik Sugiwarni mengatakan, sekolah memang rutin menggelar diklat jurnalistik. Namun, sempat terhenti saat pandemi Covid-19. Dan, tahun ini baru digelar lagi sejak pandemi terjadi pada 2020.
“Diklat ini memang rutin kami gelar. Kami berencana ke depan akan kembali menggelar diklat. Sehingga, skill atau kemampuan anak-anak akan terus berkembang,” tuturnya. (*)
Editor : Ronald Fernando