KRAKSAAN, Radar Bromo– Kemiskinan ekstrem masih menjadi fokus Pemkab Probolinggo.
Bahkan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Probolingggo Tahun 2024, tema pembangunan Kabupaten Probolinggo di 2024, ingin menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Sesuai tagging (label) sistem pengendalian intern daerah (SPID) RI, anggaran kemiskinan tahun 2024 senilai Rp 302.646.128.182. Angka ini akan terdistribusi di 17 perangkat daerah dan 33 puskesmas serta mendukung penurunan kemiskinan tahun 2024.
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Effendi mengatakan, prioritas pembangunan daerah melalui kebijakan pemkab tahun 2024 diantaranya, mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan, memperkuat layanan infrastruktur berkelanjutan.
“Pengurangan kawasan permukiman kumuh, pemerataan akses terhadap sanitasi dan air bersih, memperkuat ketahanan ekonomi, peningkatan angka rata-rata lama sekolah, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan balita stunting, penguatan peran pengarusutamaan gender dalam pembangunan serta meningkatkan ketahanan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, sub kegiatan untuk penghapusan kemiskinan ekstrem sudah ditentukan atau di-tagging oleh Kemendagri melalui aplikasi SIPD-RI. Sehingga pemerintah pusat sudah mengetahui berapa yang telah direncanakan anggaran kemiskinan ekstrem di masing-masing daerah.
“Anggaran kemiskinan yang telah di-tagging di SIPD-RI untuk tahun 2024 sebesar Rp 302.646.128.182. Didalam tagging itu juga sudah dipilah sub kegiatan dengan strategi pengentasan kemiskinannya. Yaitu pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan,”ujarnya.
Kata Ugas Irwanto, berdasar hasil Susenas bulan Maret 2023, angka kemiskinan reguler di Kabupaten Probolinggo mengalami kenaikan 0,07 persen. Atau bertambah 1.790 jiwa dibanding tahun 2022.
“Artinya, tahun 2022 angka kemiskinan sebesar 17,12 persen menjadi 17,19 persen di tahun 2023. Tahun 2022 jumlah penduduk miskin sejumlah 203.230 jiwa menjadi 205.020 jiwa ( di 2023, red). Kondisi ini menempatkan posisi Kabupaten Probolinggo menempati urutan nomor 4 terbesar se-Jawa Timur, dibawah Sumenep (18,7 persen), Bangkalan (19.35 persen) dan Sampang (21,76 persen.
Pj Bupati Ugas, data kemiskinan ekstrem tahun 2022 sebesar 13,18 persen atau sejumlah 37.740 orang dan menempati urutan 5 terbesar se-Jawa Timur. Di bawah Bangkalan (3,81 persen), Lamongan (4,61 persen), Tuban (5,16 persen) dan Sumenep (6,41 persen). Target nasional 2024 kemiskinan ekstrem 0 persen.
“Berdasar data BPS tahun 2022, capaian rata-rata lama sekolah di Kabupaten Probolinggo masih sebesar 6,13 tahun dibawah rata-rata provinsi yang sebesar 8,03 tahun dan menempati urutan 35 terendah se-Jawa Timur,” ujarnya. (mu/fun)
Editor : Ronald Fernando