KRAKSAAN, Radar Bromo – Hasil razia PSK Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo, ditindaklanjuti dengan pengecekan kesehatan.
Delapan PSK yang terjaring di dua lokasi pada Rabu (6/12) lalu, diperiksa Dinas kesehatan. Hasilnya tak ditemukan PSK yang reaktif HIV.
Hal itu diungkap Kepala bidang (Kabid) Pengekan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Probolinggo Sumarto.
“Syukur tidak ditemukan reaktif HIV dari mereka yang terjaring razia,” katanya.
Kata Sumarto, pemeriksaan kesehatan ini dilakukan kepada para PSK untuk antisipasi jika ditemukan reaktif HIV.
“Penanganannya Dinas Kesehatan nantinya. Untuk pembinaan dan lainnya, kami koordinasikan dengan pihak Dinas Sosial,” katanya.
Sumarto menyebut, operasi pekat yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kemanan masyarakat. “Sejatinya ini rutin kami lakukan. Namun, momennya memang untuk menyambut awal tahun,” jelasnya.
Sememtara itu, EN 38, salah satu PSK sekaligus mucikari yang terjaring razia menyebutkan, pekerjaan yang dilakukannya saat ini lantaran himpitan ekonomi yang dialami-nya. Terlebih ia merupakan tulang punggung keluarga.
Terjaring razia membuat EN merasa dilema, sebab ia sadar bahwa jalan yang diambil salah. Namun karena himpitan ekonomi dirinya tidak bisa berbuat banyak. “Mau cari kerja susah,” katanya. (mu/fun)
Editor : Ronald Fernando