Gerakan Bersama Tebas Jentik (Gema Tjantik) di Kabupaten Probolinggo, terus digenjot. Gerakan ini sebagai bentuk respons cepat Pemkab Probolinggo mengendalikan kasus demam berdarah dengue (DBD).
PENCANANGAN Gema Tjantik dilaksanakan dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di Aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, kemarin (29/11). Dalam kegiatan ini, 10 kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) desa dan 5 kader Jumantik Santri mendapat bantuan Jumantik Kit.
Kegiatan Germas dihadiri Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHS,MARS. bersama Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) dr. Imran Pambudi, MPHM. bersama rombongan.
“DBD merupakan penyakit yang berbasis lingkungan. Kita harus benar-benar menjaga kebersihan lingkungan. Terutama tempat penampungan air. Peran dari Kader Jumantik ini penting untuk mengedukasi dan mencegah peningkatan kasus DBD di masyarakat,” ujar dr. Maxi Rein Rondonuwu.
Menurutnya, sekitar 30 tahun lebih, kasus DBD tidak pernah selesai. Namun, hingga November ini, insidens rate (IR) DBD di Indonesia turun di angka 28 per-100 ribu jiwa. Kemenkes menargetkan IR DBD bisa di angka 10 per-100 ribu jiwa. “Artinya, dari 100 ribu orang, hanya 10 yang terkena DBD dalam satu tahun. Penanganan DBD di Kabupaten Probolinggo sangat bagus,” katanya.
Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si. mengatakan, salah satu bentuk upaya Pemkab Probolinggo dalam mengendalikan kasus DBD yang sempat meningkat dengan mengeluarkan Instruksi Bupati. Berupa Gema Tjantik pada 20 Oktober lalu. Berlaku untuk tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
“Gema Tjantik ini adalah gerakan bersama-sama untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Yang dijadwalkan tiap Jumat selama 10-15 menit. Namun, kita harus bergerak terus untuk mengendalikan kasus DBD. Seperti program 3M Plus harus terus kita gencarkan, sebagai bentuk pencegahannya,” katanya.
Plt Kadinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko, SKM., M.Kes. melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Dewi Vironica, M.Epid. mengatakan, Gema Tjantik yang merupakan instruksi Bupati Probolinggo. Gerakan ini berhasil meningkatkan angka bebas jentik nyamuk di Kabupaten Probolinggo. Diimbangi dengan penurunan kasusnya.
“Dalam Gema Tjantik itu, tiap minggu masing-masing Kader Jumantik melaporkan hasil pemeriksaan setiap rumah yang dikunjungi. Mereka melaporkan ke koordinator DBD puskesmas dan Dinas Kesehatan. Harapan kami, tidak ada lagi kasus kematian karena DBD di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Germas dalam rangka HKN ke-59, juga dihadiri Forkopimda dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Rombongan Kemenkes juga memantau pelaksanaan deteksi dini penyakit tidak menular, penyakit kusta, dan TBC yang digelar di Klinik Az-Zainiyah Ponpes Nurul Jadid sejak Senin (27/11). (uno/rud/*)
Editor : Ronald Fernando