Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Resah Kebakaran Terulang Lagi, Kades Curahsawo di Gending Layangkan Aduan ke Polisi

Agus Faiz Musleh • Jumat, 24 November 2023 | 15:20 WIB
HANGUS: Dua motor yang ikut terbakar. Motor dengan tangki dimodifikasi inilah yang disangka menjadi penyebab kebakaran, Selasa (21/11) pagi lalu tersebut.
HANGUS: Dua motor yang ikut terbakar. Motor dengan tangki dimodifikasi inilah yang disangka menjadi penyebab kebakaran, Selasa (21/11) pagi lalu tersebut.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebakaran empat rumah di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, rupanya membuat warga was-was. Bahkan Kepala Desa Curahsawo Nikmatul Izza, melayangkan surat aduan ke Polres Polres Probilinggo, supaya kepolisian menindak aktivitas pemindahan BBM dari motor ke jeriken.

Surat tersebut dilayangkan karena masyarakat maupun pemerintah desa resah terhadap kejadian kebakaran, bisa terulang. Apalagi insiden kebakaran akibat tindakan serupa, bukan pertama kalinya.

“Kami kirim surat aduan, pada hari itu juga (Selasa 21/11 saat kejadian kebakaran red). Keresahan masyarakat sudah tak lagi terbendung atas kejadian kebakaran yang disebabkan aktivitas pemindahan BBM dari tangki motor ke jeriken,” kata Kades Curahsawo, Kamis (23/11).

Menurutnya, kebakaran yang sama bukan hanya kali pertamanya. Tahun sebelumnya, kebakaran juga terjadi di lokasi yang sama. Bahkan hampir menelan korban jiwa. “Penyebabnya juga sama, yakni aktivitas BBM seperti yang kemarin,”ujarnya.

Nikmatul Izza menyebutkan, aktivitas pengisian BBM dari tangki motor ke jeriken, sudah menjadi rahasia umum. Meski begitu, ia menyebutkan sejauh ini belum ada tindakan dari pihak polisian.

“Warga sudah banyak yang tahu. Sudah bukan rahasia lagi. Adanya aktivitas itu dikhawatirkan warga takut terjadi kebakaran kembali. Ini sudah semacam terorganisir dari tengkulak sampai oknum SPBU. Mereka memberi peluang motor dengan tangki yang sudah dimodifikasi untuk bisa ngisi BBM,” ujanya.

Aktivitas pemindahan BBM di lokasi kebakaran itu, kata Nikmatul Izza, disebutnya terjadi karena lokasinya dekat dengan SPBU. Dengan begitu, ia meminta agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas aktivitas serupa di SPBU lainnya yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Aktivitas pengisian menggunakan tanki modifikasi ini saya rasa tidak hanya terjadi disini saja (SPBU dekat lokasi kebakaran di desanya,red). Namun begitu di SPBU lainnya. Kami berharap polisi bisa mengusut tuntas,” ujarnya.

Ia menegaskan, tujuan melayangkan surat aduan itu tidak lain untuk menghindari hal-hal yang merugikan warga setempat. Bahkan yang mengakibatkan terjadinya kehilangan nyawa.

“Kalau sudah kebakaran, siapa yang mau tanggung jawab? Kami berharap pihak kepolisian bisa tegas,” ujarnya.

Guna memastikan aduan tersebut Jawa Pos Radar Bromo mencoba mengkonfirmasi Humas Polres Probilinggo Ipda Zainal Arifin. Namun yang bersangkutan belum merespon panggilan selular maupun pesan yang dikirimkan.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di depan SPBU Curahsawo, Kecamatan Gending Selasa (21/11) pagi. Akibatnya, dua rumah mengalami rusak parah. Dua motor juga hangus terbakar.

Sejumlah rumah yang mengalami rusak parah itu diantaranya milik Taci Haryati 50, dan rumah kakaknya Sarila 54. Api melalap bagian rumah belakang, mulai dari dapur sampai rumah tangah.

Kemudian ada juga rumah milik Jumadi 50, dan Sutopo, 56 yang mengalami rusak ringan di bagian belakangnya.

Sedangkan dua motor tersebu diketahui milik Jumadi, 50 dan anaknya. Motor tersebut dikabarkan memang sering digunakan untuk mengisi bensin dan di pindah ke drigen oleh pemiliknya. (mu/fun)

Editor : Ronald Fernando
#kebakaran probolinggo #kebakaran