Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan kapasitas para kader Posyandu. Salah satunya melalui Jambore Kader Posyandu kemarin (21/11). Kegiatan ini juga untuk memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59.
JAMBORE Kader Posyandu digelar dengan begitu meriah. Sejumlah lomba digelar. Meliputi lomba penyuluhan dengan media kreatif dan inovatif, lomba yel-yel, dan lomba cipta menu pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Lomba yang digelar di Ruang Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo ini berlangsung seru dan meriah.
Tiga jenis lomba tersebut diikuti puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Khusus lomba penyuluhan dan lomba yel-yel diikuti masing-masing lima puskesmas yang lolos babak seleksi. Melalui penampilan dalam bentuk video yang sebelumnya dikirim ke Dinkes Kabupaten Probolinggo. Sementara lomba cipta menu seluruh puskesmas dinilai langsung di lokasi.
Ada lima juri untuk masing-masing lomba tersebut. Di antaranya, dari Dinas Kesehatan, rumah sakit umum dan swasta di Kabupaten Probolinggo, Diskominfo, Dinas PMD, hingga TP-PKK Kabupaten Probolinggo. (Data pemenang lihat grafis).
Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Susanti Ugas Irwanto mengatakan, selain untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para kader Posyandu di Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini bekerja keras dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di desanya.
“Para kader ini merupakan ujung tombak. Pengabdiannya dan pengorbanannya besar. Mereka mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami apresiasi mereka. Agar lebih bersemangat dan kapasitasnya sebagai ujung tombak kesehatan di desa semakin meningkat,” katanya.
Menurutnya, kader Posyandu merupakan salah satu elemen penting dalam membantu dan mengatasi masalah-masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Di antaranya, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), permasalahan gizi buruk dan stunting. Serta, penyakit menular dan penyakit tidak menular.
“Tantangan ini memerlukan semangat, kreativitas dan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Tentunya kader tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya kerja sama dengan pihak terkait. Di antaranya, pemerintah desa, TP-PKK desa maupun pihak swasta. Termasuk kesadaran masyarakat sendiri,” katanya.
Ia mengungkapkan, pada tahun ini pemerintah mencanangkan transformasi layanan kesehatan. Melalui pencanangan ini, Posyandu akan menjadi pusat layanan kesehatan berdasar siklus hidup.
“Di mulai dari balita hingga lansia akan mendapatkan layanan kesehatan terpadu di Posyandu. Perlu adanya strategi baru untuk program baru tersebut dan sinergitas semua pihak,” katanya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Mujoko, S.KM., M.Kes. mengatakan, Jambore Kader Posyandu ini juga untuk mendukung program yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait transformasi kesehatan. Serta, meningkatkan kapasitas Posyandu dan kadernya dalam mendukung program pemerintah.
“Melalui kegiatan ini, harapan kami kapasitas Posyandu dan kadernya meningkat. Bisa memahami apa yang harus dilakukan, sekaligus mendorong masyarakat untuk bergotong royong dan saling mendukung program-program yang sudah ada. Jadi, intervensi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah,” jelasnya. (uno/adv)
LOMBA CIPTA MENU
Juara 1 Puskesmas Dringu
Juara 2 Puskesmas Paiton
Juara 3 Puskesmas Tongas
Harapan 1 Puskesmas Sumberasih
Harapan 2 Puskesmas Sukapura
LOMBA PENYULUHAN
Juara 1 Puskesmas Krejengan
Juara 2 Puskesmas Pakuniran
Juara 3 Puskesmas Glagah
Harapan 1 Puskesmas Banyuanyar
Harapan 2 Puskesmas Jorongan
LOMBA YEL-YEL
Juara 1 Puskesmas Sumberasih
Juara 2 Puskesmas Jorongan
Juara 3 Puskesmas Bago
Harapan 1 Puskesmas Paiton
Harapan 2 Puskesmas Ranugedang
Editor : Ronald Fernando