KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemkab Probolinggo kehilangan salah satu pejabatnya. Minggu (5/11), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono meninggal.
Almarhum meninggal saat dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, lantaran serangan jantung.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko menjelaskan, sebenarnya almarhum dalam kondisi sehat. Bahkan, dia sempat olahraga badminton Minggu pagi.
“Saat istirahat, tiba-tiba beliau lemas. Kena serangan jantung. Saat itu juga langsung dibawa ke IGD RSUD dr Mohamad Saleh. Namun, sekitar pukul sembilan pagi, beliau meninggal,” tuturnya.
Jenazah almarhum dimakamkan pukul 14.00 di TPU Mantong, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dimajukan dari rencana sebelumnya, setelah asar.
Menurut Mujoko, selama ini dr. Shodiq dikenal sebagai sosok yang humble, pekerja keras, dan humoris. Sebagai sekretaris almarhum, Mujoko juga mengenalnya sebagai pemimpin yang perfeksionis.
“Sangat giat dalam pekerjaan. Kami jajaran di bawahnya sangat bangga memiliki pimpinan yang dapat menjadi suri teladan,” ujarnya.
Shodiq sendiri asli Madiun. Dia lahir pada 1 April 1964 dan akan pensiun pada 1 Mei 2024 sebagai PNS. Riwayat karirnya, pada 1989 Shodiq menjadi dokter umum di puskesmas.
Dia pernah menjabat sebagai kepala Puskesmas Krucil, Wangkal, Lumbang, Sukapura, dan Bantaran.
Pada 2009, dia menjabat kepala Bidang Pelayanan Keperawatan di RSUD Waluyo Jati. Lalu pada 2010 menjadi direktur RSUD Waluyo Jati. Dan pada 2013 menjadi kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.
Kemudian pada 2014 menjadi kepala Dinas Kesehatan; 2018 sebagai kepala Dinas Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB. Dan 2020 hingga meninggal menjadi kepala Dinas Kesehatan.
Almarhum memiliki tiga anak dari pernikahannya dengan Yayuk Indah Purwanti. Mereka menikah sejak Oktober 1995. (mu/hn)
Editor : Jawanto Arifin