PAITON, Radar Bromo – Kepolisian masih mendalami kasus tabrak lari seseorang yang diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Jalan Raya Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton. Dalam insiden yang terjadi Senin (30/10) dini hari, sampai kemarin (31/10) identitas korban masih belum terungkap.
Setelah ODGJ tertabrak, jenazah tersebut tergeletak di tengah jalan. Hal ini kemudian menjadi pemicu kecelakaan bus malam Madu Kismo jurusan Semarang - Bali. Bus terguling dan ringsek. Akibatnya, 2 orang penumpang meninggal dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, tabrak lari tersebut terjadi sekitar pukul 02.20. Atau 10 menit sebelum kecelakaan bus terjadi.
Kata Aditya, mulanya seorang laki-laki tanpa identitas tersebut diduga berjalan kaki dari arah barat. Kemudian melintas sebuah truk boks. Ruas jalan yang remang-remang membuat pandangan pengemudi truk tidak maksimal. Sehingga menabrak terduga ODGJ tersebut.
"Info awal yang berhasil kami himpun, terduga ODGJ sedang jalan kemudian ada truk boks dari arah barat," katanya selasa (31/10).
Akibat kejadian tersebut, korban terlindas di bagian kepala. Korban langsung tergeletak di tengah jalan. Sementara truk boks yang menabrak langsung tancap gas ke arah timur. Nah, beberapa saat kemudian bus Madu Kismo melintas dan banting setir karena melihat jenazah. Nahasnya justru 2 penumpang bus meninggal dunia.
Aditya menjelaskan jika saat kejadian korban tabrak lari menggunakan celana panjang. Menggunakan baju lengan pendek bergaris-garis. Tidak membawa identitas.
Karenanya, polisi masih terus mencari identitas Mr.X tersebut. Sayangnya upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil lantaran minim saksi dan petunjuk insiden tabrak lari tersebut.
"Sampai saat ini masih terus kami lakukan penyelidikan. Sebab saat kejadian jalan cukup sepi. Tidak ada yang tahu persis kejadian seperti apa," tuturnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando