PAITON, Radar Bromo - Tragis. Maunya menghindari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) korban tabrak lari yang tergeletak di tengah jalan. Bus malam Madu Kismo jurusan Semarang–Bali ini malah kecelakaan. Bahkan, dua penumpangnya meninggal.
Korban adalah Sumitro, 39, warga Dusun Dk. Lebak Wetan, Desa/Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dia meninggal di di dalam bus.
Korban yang lain yaitu Supriyanto, 41, warga Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Dia meninggal saat dievakuasi ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Raya Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (30/10) pukul 02.30. Bus berpenumpang 33 orang ini terguling ke kiri jalan setelah menghindari ODGJ yang tergeletak di tengah jalan.
Saat itu, bus nopol K 1567 DM teresbut disopiri Achmad Muda, 45, warga Kampung Talaga, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Bus mengangkut penumpang 30 orang dan 2 orang lainnya merupakan kru bus.
Berangkat dari Semarang hendak ke Bali, bus tersebut melaju dari barat ke timur. Setibanya di TKP, sopir bus yang saat itu melaju dengan kecepatan tinggi melihat seseorang berada di tengah jalan.
Sopir pus kaget. Dia langsung banting setir ke kiri. Bus lantas turun ke bahu jalan. Laju bus yang tinggi membuatnya sulit berhenti. Bus kemudian menabrak pohon dan tiang telkom dengan keras. Benturan tersebut membuat bus terguling ke kanan.
Ngasibah, 50, salah satu penumpang bus asal Rembang mengatakan, saat kejadian dirinya sedang tidur. Dia yang saat itu duduk di kursi tengah sebelah kiri terbangun setelah bus terguling.
Dirinya merasa seolah-olah sedang bermimpi. Sebab, di dalam bus ia dan penumpang lainnya yang duduk di sebelah kiri sudah berada sisi sebelah kanan bus dengan kondisi saling tindih.
"Saya tidak menyadari kalau bus yang saya tumpangi kecelakaan. Soalnya saat itu sedang tidur nyenyak. Rupanya bus sudah terguling ke kanan," katanya.
Setelah sadar bus kecelakan, Ngasiban segera bangun dan berusaha menyelamatkan diri. Dia keluar dari bus dengan melewati kaca bus yang sudah pecah.
Penumpang lain pun melakukan hal serupa. Terutama penumpang yang kondisinya sehat. Secara bergantian mereka menyelamatkan diri, keluar dari bus. Ada yang melewati jendela depan sebelah kiri, ada juga yang lewat jendela depan yang kacanya sudah pecah.
"Penumpang yang tidak cedera bergantian keluar dari bus. Setelah banyak yang keluar, penumpang lainnya saling mengecek teman yang duduk bersebelahan. Saat itu diketahui ada satu orang meninggal. Yang meninggal ini duduk di depan sebelah kanan," jelasnya.
Korban meninggal tidak lain Sumitro, 39. Dia meninggal di lokasi kejadian, sesaat setelah kecelakaan.
Hal senada disampaikan oleh Sunarto, 46, penumpang bus asal Demak. Di dalam bus malam itu dia duduk di kursi nomor 4 sebelah kanan. Dia pun tidur saat bus melewati Jalan Raya Sukodadi.
Sunarto baru sadar terjadi kecelakaan setelah bus terguling ke kanan. Ia terbangun setelah tertindih penumpang lainnya. Awal membuka mata, Sunarto merasakan sesak napas. Kemudian dia perlahan bangun keluar dari bus.
"Kecelakaan bus persisnya saya tidak tahu. Kami melakukan perjalanan jauh. Karena itu, mayoritas penumpang bus tidur," ucapnya.
Menurut Sunarto, penumpang bus malam itu semuanya laki-laki. Mereka semua perantauan dari Semarang dan sekitarnya yang hendak kembali ke Bali untuk bekerja.
Puluhan penumpang tersebut memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Ada yang berkerja sebagai tukang, proyek, dan swasta. Sementara Sunarto sendiri bekerja sebagai penjahit.
Setelah kecelakaan itu, penumpang yang kondisinya sehat beristirahat di sisi kiri bus. Sementara penumpang yang cedera langsung dilarikan ke RS Rizani Paiton.
"Penumpang yang cedera dibawa warga ke rumah sakit untuk diobati. Sementara satu orang yang meninggal menunggu evakuasi dari pihak kepolisian," terangnya.
Saat proses evakuasi ini, ditemukan korban Supriyanto, 41, yang dalam kondisi kritis. Dia pun langsung dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sayang, saat dievakuasi itu, Supriyanto meninggal.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Iptu Karnoto mengatakan, bus malam Madu Kismo mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak pohon dan tiang. Dari olah TKP yang dilakukan, kecelakaan terjadi karena menghindari mayat ODGJ di tengah jalan.
Laju bus yang cukup tinggi membuat bus hilang kendali. Bus lantas terguling dan ringsek.
"Sebelumnya ada ODGJ korban tabrak lari. Jasadnya ada di tengah jalan. Bus ini menghindari ODGJ ini dan banting setir," katanya.
Selain dua orang meninggal, enam penumpang luka ringan. Semuanya berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Antara lain, Pujiono, 32, warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuh Sekti; Mariyanto, 45, warga Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen; Rudi Hartono, 38, warga Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo; Sulin, 61, warga Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo; Dwi Wisnu Irawan, 22, warga Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen; dan Ahmad Supriyadi, 39, warga Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo.
"Penumpang yang mengalami luka ringan kondisinya berangsur-angsur pulih. Sehingga memungkinkan untuk dilakukan rawat jalan," tuturnya. (ar/hn)
Korban Meninggal
- Sumitro, 39, warga Dusun Dk. Lebak Wetan, Desa/Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
- Supriyanto, 41, warga Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Fakta Kecelakaan
- Bus malam Madu Kismo jurusan Semarang– Bali mengangkut 30 penumpang dan dua kru bus.
- Semua penumpang laki-laki, berasal dari Semarang dan sekitarnya. Mereka hendak kembali ke Bali untuk bekerja.
- Bus terguling di Jalan Raya Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (30/10) pukul 02.30.
- Bus guling setelah menghindari jasad ODGJ korban tabrak lari yang tergeletak di tengah jalan.
- Dua orang meninggal dan enam orang luka-luka dalam kecelakaan itu.