Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Truk Proyek Tol Probowangi jadi Peluang untuk Tambah Pendapatan Daerah

Agus Faiz Musleh • Kamis, 19 Oktober 2023 | 15:20 WIB
DIUKUR: Tera ulang jembatan timbang elektronoik PT Bahtera Kurnia Abadi Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton yang dilakukan Selasa (17/10) lalu.
DIUKUR: Tera ulang jembatan timbang elektronoik PT Bahtera Kurnia Abadi Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton yang dilakukan Selasa (17/10) lalu.

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Adanya pengerjaan proyek strategis nasional Tol Probolinggo-Banyuawangi (Probowangi) memang berdampak dengan kerusakan infrastruktur. Di sisi lain, pengerjaan tol Probowangi juga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) yakni dari retribusi tera ulang.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo juga mulai melakukan tera ulang terhadap Perusahaan yang terlibat pada Pengerjaan PSN. “Perusahaan yang menggunakan timbangan jembatan atau lainnya untuk kepentingan umum dan transaksi wajib dilakukan tera ulang,” kata Kepala UPT Metrologi Legal DKUPP Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini, Rabu (18/10).

Selasa (17/10) lalu, DKUPP melakukan tera ulang jembatan timbang elektronoik PT Bahtera Kurnia Abadi Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton. “Jembatan timbang elektronik ini diperuntukkan khusus untuk kebutuhan material-material konstruksi bangunan dan lain sebagainya. Termasuk kepentingan proyek tol,” ujarnya.

Tera ulang jembatan timbangan elektronik ini bertujuan untuk memberikan jaminan kepastian alat ukur dan alat timbang yang tujuannya untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan. Jadi, ada simbiosis mutualisme baik produsen maupun konsumen saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan.

Dalam melakukan tera ulang jembatan timbang elektronik ini, DKUPP harus datang ke tempat pakai. Sebab jembatan timbangan elektronik tersebut terpasang di lokasi dan tidak bisa dibongkar. Selain itu, sistem pengujiannya berbeda dan harus memakai beban uji metode yang pengujiannya sesuai kapasitasnya.

“Misalnya jembatan timbang elektronik dengan kapasitas 60 ton, kami uji dengan menggunakan uji kebenaran, uji pokok dan uji kemampuan ulang. Setelah kami uji dan memenuhi sifat metrologis, maka kami sahkan dan dibubuhi cap tanda tera,” ujarnya.

Rini menjelaskan, tera ulang jembatan timbang elektronik ini tujuannya sama dengan tera ulang pada umumnya.  “Jembatan timbangan elektronik ini kita lakukan pengujian sesuai syarat teknis yang sudah ditentukan. Tera ulang ini dilakukan untuk menjamin kebenaran pengukuran. Kalau melihat sudah ditera maka konsumen tidak akan ragu lagi,” katanya.

Sampai akhir tahun nanti, Rini menyebutkan, pihaknya akan menyelesaikan tera ulang Jembatan timbangan milik 30 perusahan yang ada di Kabupaten Probolinggo.  “Dari jumlah itu, yang sudah ditera sekitar 60 persen. Jumlah tersebut termasuk pada selep beras. Untuk capaian PAD Tera saat ini sudah sekitar Rp 130 Juta, Atau 72 Persen dari Target Rp 181 juta,” bebernya. (mu/fun)

Editor : Ronald Fernando
#metrologi kabupaten probolinggo #proyek tol probowangi