Warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, tak perlu risau bila membutuhkan angkutan. Pemerintah desa telah menyiapkannya. Gratis. Baik untuk keperluan menuju fasilitas kesehatan atau acara lainnya, seperti mantenan.
SEBELUM 2017, masyarakat Desa Kedungrejo sering kesulitan saat ada kegiatan yang membutuhkan transportasi. Mereka harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menyewa mobil.
Karena itulah, Kepala Desa Kedungrejo Endi Supriadi berinisiatif menyediakan mobil siaga. Mobil ini khusus untuk tranportasi bagi masyarakat selama 24 jam. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya sewa saat memakainya.
Penyediaan mobil siaga ini murni dari uang pribadi kepala desa. Tidak dianggarkan melalui APBDes. Selama enam tahun terakhir, Endi sudah menggunakan tiga jenis mobil sebagai mobil siaga.
“Pertama saya membeli mobil untuk mobil siaga pada 2017 lalu berupa Suzuki Carry. Lalu, pernah juga Suzuki APV. Terakhir, Wuling yang dibeli dua tahun lalu,” katanya.
Endi menjelaskan, penggantian mobil siaga hingga tiga mobil ini karena kondisi. Suzuki Carry harus diganti karena mesin dan bodinya rusak, sementara Suzuki APV mengalami kerusakan di bagian mesin.
Menurutnya, masyarakat bebas menggunakan mobil siaga ini. Tak hanya sebagai sarana untuk menuju fasilitas kesehatan, namun juga bisa untuk kegiatan lainnya. Misalnya, untuk acara pernikahan atau mantenan. Setiap hari, bila tak digunakan, mobil ini diparkir di rumah kepala desa.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu membayar uang sewa. Terkait bensin, pihaknya tidak mau memberatkan. Jika mampu, biasanya cukup mengganti uang bensin. Jika tidak mampu, akan ditanggung kepala desa.
“Yang penting masyarakat senang. Mobil terakhir ini saya beli baru. Memang sengaja membeli yang cukup mahal agar mereka senang dan bangga saat menggunakannya,” ujar Endi. (riz/rud/*)
Jadi Desa Mandiri, Pelayanan Lebih Baik
TAHUN INI, Desa Kedungrejo mendapatkan prestasi membanggakan. Ditetapkan sebagai salah satu Desa Mandiri di Kabupaten Probolinggo. Dari 325 desa, baru 47 desa yang menjadi Desa Mandiri.
Kepala Desa Kedungrejo Endi Supriadi mengatakan, penetapan desa mandiri dilakukan September lalu. Dengan menjadi Desa Mandiri, katanya, penggunaan dana desa jadi lebih maksimal. Bisa menganggarkan untuk perbaikan balai desa.
“Kalau belum menjadi Desa Mandiri, tidak bisa. Jika balai desa perlu perbaikan, harus mengusulkan ke pemkab. Sekarang sudah menjadi Desa Mandiri, maka jadi lebih bebas,” jelasnya.
Ia mengaku tidak tahu alasan Desa Kedungrejo menjadi Desa Mandiri. Sebab, status ini tidak bisa diperoleh dengan mudah. Buktinya, sampai saat ini baru 47 desa yang menjadi Desa Mandiri termasuk Desa Kedungrejo.
“Mungkin karena pelayanan kami dinilai baik. Termasuk pemanfaatan dana desa juga, mungkin dinilai oke, makanya mendapat status sebagai Desa Mandiri,” katanya.
Ia berjanji, dengan status sebagai Desa Mandiri, pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik. Salah satunya yang menjadi unggulan adalah mobil siaga. “Pasti kami akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Status baru ini menjadi pelecut agar kami lebih baik lagi,” ujarnya. (riz/rud/*)
Editor : Ronald Fernando