Pemerintah Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha meningkatkan sumber daya manusia (SDM) warganya. Di samping itu, juga terus memperbaiki sejumlah infrastruktur sebagai penunjang berkembangnya potensi desa.
POTENSI desa tidak bisa dikelola dengan baik dan tidak akan berjalan dengan lancar jika infrastrukturnya belum layak. Karena itu, Pemerintah Desa Plaosan berusaha memperbaiki sejumlah infrastrukturnya. Terutama jalan. Baik jalan poros desa maupun jalan alternatif.
Jalan di Desa Plaosan penuh tanjakan, turunan, dan tikungan. Desa yang berada di sisi utara Kecamatan Krucil ini merupakan lereng pegunungan. Sejauh ini masih banyak jalan yang perlu dibangun. Selain terbatasnya anggaran, medan jalan yang akan dibangun memengaruhi konstruksi bangunan.
“Bagi kami, saat ini yang paling penting adalah jalan nyaman dan aman untuk dilintasi. Setiap tahun pasti kami anggarkan pemeliharaan dan pembangunan jalan,” ujar Bendahara Desa Plaosan Suparman.
Pemerintah desa telah merampungkan proyek dua jalan. Salah satunya, merabat beton jalan sepanjang 195 meter di RT 6/RW 3, Dusun Mandati. Jalan ini merupakan akses utama menuju Air Terjun Kalipedati, Desa Kalianan dari Desa Plaosan.
Selama ini, jalan ini sering dikeluhkan masyarakat. Karena ketika musim hujan, begitu licin dan berbahaya. Ditambah medannya yang berupa tanjakan dan turunan. Tak heran jika berlumpur, warga melengkapi roda motornya dengan rantai. Agar roda tetap mampu mencengkram tanah.
“Ruas jalan yang kami rabat beton belum pernah dibangun. Jalan ini menjadi jalur alternatif jika pengunjung dari utara menuju Air Terjun Kalipedati. Di ruas jalan tersebut juga ada 20 hektare kebun milik warga. Juga terdapat 114 kepala keluarga,” jelasnya.
Pemerintah Desa Plaosan juga telah meningkatkan kualitas jalan desa. Memakadam jalan usaha tani sepanjang 328 meter di RT 12/RW 6, Dusun Panembahan. Lahan pertaniannya cukup luas, mencapai 60 hektare. Lahan ini berpotensi ditanami porang, pinang, pohon aren, dan jahe.
“Realisasi pembangunan jalan ada beberapa yang menjadi dasar. Mulai dari ketersediaan anggaran, medan yang akan dibangun, dan jumlah pengguna jalan. Kami upayakan setiap tahun ada pembangunan jalan,” ujarnya. (ar/rud/*)
Bina Karakter Anak sejak Dini
TUMBUH kembang balita perlu terus diperhatikan. Setiap prosesnya harus dilalui dengan baik. Tidak hanya tumbuh kembang fisik, tetap juga psikologis atau karakter.
Bendahara Desa Plaosan Suparman mengatakan, pemerintah desa intens memantau tumbuh kembang balita. Para kader PKK pun diberikan pembinaan karakter anak sejak dini melalui pengasuhan orang tua dan keluarga. Sebab, dua sosok tersebut merupakan orang terdekat yang mampu membangun karakter anak dengan baik.
“Pengasuhan orang tua dan keluarga akan membentuk karakter anak sejak dini. Anak kecil merupakan peniru yang baik, sehingga orang terdekat memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter hingga anak dewasa,” katanya.
Beberapa bulan lalu, pemerintah desa melakukan pembinaan melalui kader PKK. Dengan mendatangkan narasumber berkompeten. “Ada 22 kader PKK yang mengikutinya. Materi yang disampaikan mudah-mudahan bisa ditularkan kepada warga lainnya yang tidak hadir," harapnya.
Pembinaan lainnya yang juga dilakukan oleh pemerintah desa adalah pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan karena anak-anak masih rentan. Pembinaan langsung diterangkan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Krucil.
Ilmu yang diajarkan langsung dipraktikkan. Peserta diberikan pengetahuan bagaimana untuk menekan angka stunting. Sekaligus diharapkan bisa menularkan pengetahuannya kepada warga desa.
“Teori dalam kegiatan pembinaan pencegahan stunting sudah diberikan. Hal ini menjadi dasar, sehingga bisa dipraktikkan langsung,” ujar Suparman. (ar/rud/*)
Editor : Ronald Fernando