Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Kalianan Benahi Akses Menuju Air Terjun Kalipedati

Achmad Arianto • Kamis, 12 Oktober 2023 | 13:36 WIB
Air terjun Kalipedati
Air terjun Kalipedati

POTENSI desa dapat berkembang jika didukung infrastruktur yang memadai. Karenanya, Pemerintah Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, memprioritaskan pembangunan jalan menuju destinasi wisata. Yakni, Air Terjun Kalipedati.

Berada di lereng Gunung Argopuro, Desa Kalianan, memiliki sejumlah potensi wisata. Salah satunya, Air Terjun Kalipedati. Sejauh ini kondisinya masih begitu alami, sehingga menjadi daya tarik kunjungan wisatawan.

LEBIH BAIK: Sejumlah pekerja menggarap pembangunan jalan di RT 10/RW 3, Dusun/Desa Kalianan. Jalan ini menjadi akses menuju Air Terjun Kalipedati, salah satu potensi wisata di Desa Kalianan.
LEBIH BAIK: Sejumlah pekerja menggarap pembangunan jalan di RT 10/RW 3, Dusun/Desa Kalianan. Jalan ini menjadi akses menuju Air Terjun Kalipedati, salah satu potensi wisata di Desa Kalianan.

Akses menuju wisata alam ini masih belum layak. Karena itu, pemerintah desa berusaha memperbaikinnya secara bertahap. Sejumlah ruas jalan menuju wisata berbatasan langsung dengan tebing curam, perlu dibangun, agar kondisinya benar-benar baik dan kokoh. Bukan hanya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung, tapi juga untuk masyarakat sekitar.

“Pesonanya (Air Terjun Kalipedati) cukup menawan. Masih alami dan lingkungan sekitar cukup asri. Karena itulah, pemerintah desa memutuskan untuk membangun jalan poros menuju wisata,” kata Operator Desa Kalianan Asep Muslih.

Kini pemerintah desa telah rampung merabat beton jalan sepanjang 175 meter di RT 10/RW 3, Dusun Kalianan. Jalan menjadi ini akses utama menuju Air Terjun Kalipedati. Sebelum dibangun, hanya berupa tanah berbatu. Ketika kemarau masih aman dilintasi. Namun, ketika musim hujan jalan menjadi licin. Membahayakan.

Berada di wilayah lereng Gunung Argopuro, Desa Kalianan, dikelilingi perbukitan. Banyak jalan di desa berupa tanjakan dan turunan. Tak heran jika pemerintah desa lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

MUSYAWARAH: Kepala Desa Kalianan Sahar (bertopi) saat rapat bersama Muspica Krucil beberapa waktu lalu.
MUSYAWARAH: Kepala Desa Kalianan Sahar (bertopi) saat rapat bersama Muspica Krucil beberapa waktu lalu.

Asep mengatakan, jalan yang sudah rampung dirabat itu juga jalan penghubung antardesa. Yakni, menuju Desa Plaosan. Sepanjang ruas jalan terdapat permukiman padat penduduk. Ada sekitar 600 kepala keluarga yang menghuni sekitar ruas jalan. Serta, terdapat puluhan hektare kebun milik warga.

“Sebenarnya bentang ruas jalan menuju air terjun cukup panjang. Karena anggaran yang ada cukup terbatas, maka kami realisasikan secara bertahap,” jelasnya.

 

Perhatikan Gizi Balita, Tekan Stunting

Pemerintah Desa Kalianan juga begitu intens memperhatikan tumbuh kembang balita. Alasannya, balita begitu rentan, sehingga perlu adanya peran serta dari pemerintah desa. Terutama dalam pemenuhan gizi harian.

POSYANDU: Bidan desa dan kader melaksanakan kegiatan posyandu. Tumbuh kembang balita turut menjadi atensi pemerintah desa.
POSYANDU: Bidan desa dan kader melaksanakan kegiatan posyandu. Tumbuh kembang balita turut menjadi atensi pemerintah desa.

Asupan gizi yang cukup sangat memengaruhi tumbuh kembang balita. Bila tidak terpenuhi dengan baik, akan menyebabkan stunting. Dampaknya dapat menyebabkan anak kesulitan belajar, penyakit jantung, dan pembuluh darah. Karena itu, pemenuhan gizi sangat diperlukan.

“Penurunan angka stunting juga kami galakkan. Pemenuhan gizi harian kami lakukan dengan rutin melalui program pemberian makanan tambahan (PMT)," ujar Operator Desa Kalianan Asep Muslih.

Pemerintah desa, kata Asep, menyalurkan PMT melalui kegiatan Posyandu di setiap dusun. Pelaksanaannya dilakukan bergantian dan merata di tiga Posyandu. Meliputi Dusun Cocok, Dusun Kalimanguk, dan Dusun Mandati. Tercatat ada 346 balita yang ter-cover program ini.

Menu PMT disiapkan oleh bidan dan Kader Posyandu. Menunya bervariasi. Mulai dari lauk dan makanan, cemilan, hingga buah-buahan. Disesuaikan kadar gizinya, sehingga memenuhi kebutuhan gizi harian balita.

Dalam kegiatan Posyandu, setiap balita juga diperiksa. Mulai dari tinggi badan, lingkar kepala, serta berat badannya. Selain untuk mengontrol tumbuh kembang mereka, tujuannya juga untuk mendeteksi dan  mengantisipasi penyakit balita.

“Juga diberikan vitamin dan imunisasi. Kami sering mengontrol langsung pelaksanaan Posyandu. Agar kegiatan dan penyaluran PMT benar-benar berjalan dengan baik. Stunting pun bisa ditekan,” ujar Asep. (ar/rud/*)

Editor : Ronald Fernando
#potensi desa #desa kalianan kecamatan krucil