Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan Poros di Desa Krucil Kini Sudah Lebih Nyaman

Achmad Arianto • Rabu, 11 Oktober 2023 | 13:00 WIB
DIBANGUN: Pekerja sedang merabat beton jalan sepanjang 305 meter di RT 19/RW 3, Dusun Wates. Saat ini pembangunan sudah selesai.
DIBANGUN: Pekerja sedang merabat beton jalan sepanjang 305 meter di RT 19/RW 3, Dusun Wates. Saat ini pembangunan sudah selesai.

PEMERINTAH Desa/Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, melakukan pembangunan desa berbasis kebutuhan masyarakat. Bukan hanya menyasar pada infrastruktur. Namun, juga peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Infrastruktur jadi salah satu atensi Pemerintah Desa Krucil. Karenanya, pemerintah desa secara berkala melakukan pemetaan infrastruktur yang belum terjamah pembangunan.

Kondisi infrastruktur yang belum layak juga dipantau secara rutin. Hasilnya nanti akan masuk dalam data. Dari data ini, kemudian menjadi dasar rencana pembangunan.

KOMPAK: Sekretaris Desa Krucil Yono Kusdi Ardianto (berpeci) bersama Muspica Krucil saat Musdes di balai desa setempat, beberapa waktu lalu.
KOMPAK: Sekretaris Desa Krucil Yono Kusdi Ardianto (berpeci) bersama Muspica Krucil saat Musdes di balai desa setempat, beberapa waktu lalu.

Sekretaris Desa Krucil Yono Kusdi Ardianto menjelaskan, saat ini kondisi jalan di wilayah desa masih belum sepenuhnya tersentuh pembangunan. Mulai jalan poros desa, jalan usaha tani, dan jalan menuju permukiman. Baru separo kondisinya yang sudah nyaman untuk dilintasi.

"Pembangunan infrastruktur masih jadi prioritas. Khususnya, yang masih belum nyaman akan kami bangun," kata Yono.

Dana Desa yang cukup terbatas membuat pemerintah desa harus menyusun rencana dengan tepat. Melakukan pembangunan yang memiliki dampak masif di lingkungan masyarakat. Karenanya, jalan poros desa menjadi sasaran pembangunan utama pada bidang infrastruktur.

Yono menjelaskan, saat ini pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan pada 4 ruas jalan menuju permukiman. Di antaranya, merabat beton jalan sepanjang 305 meter di RT 19/RW 3, Dusun Wates. Dengan jumlah pemanfaat 23 KK; rabat beton jalan sepanjang 200 meter di RT 18/RW 3, Dusun Wates dengan jumlah pemanfaat ada 15 KK.

Kemudian, pengaspalan jalan sepanjang 197 meter di RT 12/RW 2, Dusun Krajan. Jalan ini merupakan poros desa, ada 60 KK yang bertempat tinggal di sepanjang jalan tersebut.

Jalan ini juga menghubungkan dengan Desa Bermi; serta mengaspal jalan sepanjang 200 meter di RT 9/RW 2, Dusun garuda. Melalui ruas jalan ini, dapat dijangkau permukiman warga yang dihuni oleh 50 KK.

"Pada prinsipnya, jalan yang dibangun memang jalan permukiman. Tetapi melalui ruas jalan yang sama juga dapat ditempuh kebun milik warga," terangnya.

 

Perhatikan Kesehatan Balita, Lansia, dan Ibu Hamil

Peningkatan pelayanan kesehatan yang baik secara bertahap dilakukan oleh Pemerintah Desa Krucil. Khususnya balita yang memiliki tingkat kerentanan yang tinggi.

KONTROL: Dua orang warga Desa Krucil saat mengikuti kegiatan Posyandu. Kegiatan ini rutin dilakukan sebagai kontrol tumbuh kembang balita.
KONTROL: Dua orang warga Desa Krucil saat mengikuti kegiatan Posyandu. Kegiatan ini rutin dilakukan sebagai kontrol tumbuh kembang balita.

Pemerintah desa rutin melakukan kegiatan Posyandu. Kegiatan ini dilakukan pada 5 pos yang menyebar di seluruh desa. Meliputi Dusun Timur, 2 pos; Dusun Garuda, 1 pos; Dusun Gudang, 1 pos; Dusun Barat, 1 pos.

Wujud kegiatan yang dilakukan adalah pemantauan tumbuh kembang balita. Saat kegiatan Posyandu dilakukan, bidan dan kader Posyandu melakukan pengecekan kesehatan.

Upaya di bidang kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang balita benar-benar baik. "Kami juga perhatikan tumbuh kembang balita, kegiatan Posyandu rutin kami laksanakan," ujar Sekretaris Desa Krucil Yono Kusdi Ardianto.

Saat pelaksanaan kegiatan Posyandu, kader juga melaksanakan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT). Sebab, masih banyak balita yang belum tercukupi kebutuhan gizi hariannya.

Dengan adanya PMT rutin, diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi yang selama ini masih belum tercukupi. Tercatat 450 balita masuk kegiatan PMT ini.

Selama kegiatan, juga banyak warga yang memanfaatkan untuk sharing kesehatan balita. Termasuk sharing pemberian makanan yang baik dan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian balita.

"Pemberian PMT yang telah dilakukan termasuk upaya untuk meningkatkan gizi balita. Selain itu, juga memenuhi kebutuhan gizi harian," terangnya.

Layanan kesehatan juga dilakukan pada lansia. Posyandu lansia turut digalakkan, pasalnya lansia juga memiliki tingkat kerentanan kesehatan yang tinggi. Sehingga, perlu dilakukan pemantauan secara berkala. Di Desa Krucil sendiri terdapat 30 lansia yang terdaftar mengikuti kegiatan posyandu khusus lansia.

Saat kegiatan Posyandu Lansia, bidan dan kader Posyandu melakukan pengecekan kesehatan. Upaya di bidang kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan warga yang sudah lanjut usia sehat.

"Ibu hamil juga kami anggarkan agar mendapatkan asupan gizi yang memadai. Ada 20 ibu hamil rutin mendapatkan asupan gizi tambahan," imbuhnya. (ar/mie)

Editor : Ronald Fernando
#potensi desa #desa krucil kecamatan Krucil