Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kembangkan Rest Area Betek Krucil Jadi Wisata Multifungsi; Ada ATV-Kafe, Kedepan Ada Kolam

Achmad Arianto • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 00:30 WIB
VIEW MENAWAN: Kondisi Rest Area Betek saat dipotret dari udara. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)
VIEW MENAWAN: Kondisi Rest Area Betek saat dipotret dari udara. (Fahreza Nuraga/ Radar Bromo)

 

 

Berada di wilayah dataran tinggi memberikan keuntungan sendiri bagi desa yang ada di Kecamatan Krucil. Selain lahannya subur, sektor wisata pun berpotensi untuk dikembangkan. Seperti Desa Betek yang memiliki rest area sebagai ikon wisatanya.

=================

 

DESA Betek jadi salah satu gerbang masuk ke Kecamatan Krucil. Seperti daerah di dataran tinggi lainnya, sektor pariwisata di desa setempat cukup besar.

          Potensi itu pun terus dioptimalkan Pemerintah Desa (Pemdes) Betek. Secara bertahap, pemdes terus mengembangkan rest area di Dusun Dungbango yang kini telah menjadi maskot desa.

          Rest Area Betek sendiri merupakan lahan aset desa yang dikembangkan sebagai objek wisata multifungsi. Pasalnya, tidak hanya dibangun untuk wisata alternatif warga yang hendak berkeliling Kecamatan Krucil.

Dengan total luas lahan 1,8 hektare, rest area ini memiliki sejumlah fasilitas menarik yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung saat datang beristirahat di rest area.

          Pj Kepala Desa Betek Sunarto mengatakan, pengembangan rest area ini dilakukan secara bertahap. Mulai difungsikan pada 2020, kini rest area dikelola BUMDes Mitra Sejahtera.

          Mulanya, konsep pengembangan rest area ini hanya sebagai tempat singgah untuk pengunjung. Namun, di tengah proses pembangunan, rupanya ada potensi lain yang bisa dikembangkan. Yakni sebagai wisata desa.

          "Desa Betek pintu gerbang Kecamatan Krucil. Tentu menjadi daya tarik apabila dijadikan sebuah rest area. Maka, mulai kami kembangkan. Namun, seiring berjalannya waktu, wisata desa mulai kami realisasikan," kata Sunarto.

          Ketua BUMDes Mitra Sejahtera Agus Suwanto menuturkan, saat ini ada beberapa fasilitas yang ditawarkan di Rest Area Betek. Mulai dari kafe yang bisa dimanfaatkan untuk nongkrong dan ngobrol santai. Kemudian gazebo dan tenda.

Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk bersantai. Sementara ada beberapa wahana menarik yang juga bisa untuk dicoba. Seperti permainan ATV.

          Motor dengan empat roda ini dapat disewa oleh pengunjung. Harga sewanya juga tergolong cukup ekonomis. Pengunjung bisa mengendarai ATV tersebut dengan rute sepanjang 1 kilometer. Sepanjang ruas jalan terdapat beberapa halang rintang yang bisa memacu adrenalin. Walaupun demikian, masih cukup aman untuk dilintasi.

          "ATV ini menyusuri rute yang telah ditentukan. Hitungan sewanya adalah Rp 10 ribu selama satu putaran. Pemandangan dan udara cukup sejuk. Sehingga, patut untuk dicoba," tuturnya. (ar/mie)

 

 

PACU ADRENALIN: Sejumlah pengunjung sedang menaiki ATV di Rest Area Betek.
PACU ADRENALIN: Sejumlah pengunjung sedang menaiki ATV di Rest Area Betek.

 

 

Terus Lengkapi Fasilitas

 

REST area jadi magnet kunjungan wisatawan. Tentunya, kondisi itu  memberikan keuntungan bagi desa. Sebab, Pemerintah Desa Betek mampu menghasilkan pendapatannya sendiri. Tak heran jika pengembangan rest area terus dilakukan.

Tidak menutup kemungkinan, pengembangan dilakukan dengan menggandeng pihak Corporate Social Responsibility (CSR).

          Ketua BUMDes Mitra Sejahtera Agus Suwanto mengatakan, pihaknya sebenarnya memiliki beberapa rencana pengembangan. Dua kolam rencananya akan dibangun.

Pertama, pengembangan yang akan dilakukan adalah kolam pancing. Kolam tersebut nantinya dapat disewa oleh pengunjung. Kemudian saat memancing dan mendapatkan ikan, dapat langsung dimasak di kafe yang saat ini sudah rampung dibangun.

Pengunjung bisa menikmati hasil olahan ikan hasil tangkapannya sembari menikmati pemandangan. "Memancing ikan hasilnya langsung dimasak. Hal ini pastinya menjadi daya tarik," beber Agus.

RAMAI: Kafe Rest Area Betek dimanfaatkan untuk nongkrong dan bersantai. Beberapa pengunjung juga menggunakan kafe sebagai tempat rapat.   
RAMAI: Kafe Rest Area Betek dimanfaatkan untuk nongkrong dan bersantai. Beberapa pengunjung juga menggunakan kafe sebagai tempat rapat.  

          Kolam kedua yang rencananya akan dibangun adalah kolam renang dan waterboom. Pengembangan wahana ini dilirik karena lahan di rest area Betek tersedia cukup luas.

Sehingga, masih sangat memungkinkan untuk dibangun. Pemandangan yang bagus berlatar Gunung Lemongan dibalut dengan udara yang sejuk juga menjadi magnet kunjungan wisatawan.

          Pengembangan lainnya yang rencananya juga akan dilakukan adalah menambah jumlah ATV. Pasalnya, saat ini hanya memiliki 2 unit. Pada saat liburan panjang, ATV begitu diminati sampai-sampai pengunjung lainnya rela mengantre untuk mencoba wahana pemacu adrenalin tersebut.

Rute yang dilewati tersebut sisi kanan dan kirinya akan ditambahkan bunga-bunga agar lebih indah. Sementara pada rute jalan akan dipasang beberapa halang rintang agar lebih menantang. Walaupun demikian, tetap memperhatikan keamanan pengguna ATV.

          "Kalau rencana sih sudah ada. Tapi tidak bisa sepenuhnya di-cover menggunakan dana desa. Kami juga perlu merangkul CSR," imbuh Pj Kepala Desa Betek Sunarto. (ar/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#potensi desa #transparansi desa #Rest Area Betek