Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengguna Jalur Pantura Probolinggo Harus Sabar, Perbaikan Jembatan Pajarakan Diprediksi Selesai Sepekan

Achmad Arianto • Rabu, 13 September 2023 | 01:05 WIB
PADAT MERAYAP: Kendaraan terjebak macet di sisi barat Jembatan Pajarakan. Kendaraan menunggu giliran melintas, sebab masih diberlakukan sistem buka tutup jalan.
PADAT MERAYAP: Kendaraan terjebak macet di sisi barat Jembatan Pajarakan. Kendaraan menunggu giliran melintas, sebab masih diberlakukan sistem buka tutup jalan.

PAJARAKAN, Radar Bromo - Pengguna jalur pantura Probolinggo harus bersabar. Sebab, perbaikan jembatan Pajarakan di jalur pantura Kabupaten Probolinggo diprediksi selesai sepekan. Tak ayal, proyek tersebut menyebabkan kemacetan panjang, khususnya saat pagi dan sore hari.

PPK 1.1 BBPJN Provinsi Jawa Timur Endi Aktoni mengatakan, proyek pengerjaan perbaikan jembatan diprediksi selesai dalam sepekan. Terhitung sejak kerusakan Sabtu (9/9).

Pekerja yang saat ini melakukan perbaikan berupaya secepat mungkin menyelesaikan perbaikan. Namun, pihaknya juga tetap memperhatikan keamanan pekerja dan pengendara yang melintas.

"Kami harap pengendara bersabar dulu dan mematuhi imbauan yang sudah diberikan. Kami ingin mempercepat perbaikan. Tetapi, tidak boleh mengesampingkan kualitas perbaikan jembatan. Sebab, akan digunakan jangka panjang," ucapnya.

 

 

Meski macet panjang, jalur pantura tetap jadi pilihan utama pengendara. Alasannya, jalan alternatif jaraknya lebih jauh dibanding dengan ruas jalan Pantura.

Seperti yang dikatakan Agus, 33, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, yang seorang pegawai Pemkab Probolinggo. Menggunakan mobil, ia memutuskan tetap melintas di Jembatan Pajarakan. Untuk mengatasi kemacetan, dia pun sengaja berangkat lebih pagi agar tidak telat masuk kantor.

"Sebelumnya sudah saya prediksi pasti macet. Karena itulah berangkat lebih pagi dibandingkan dengan sebelumnya," katanya.

Sebelum ada perbaikan jembatan, Agus biasa berangkat dari rumah pukul 06.40 dan sampai di kantor Pemkab di Kraksaan paling lambat pukul 07.30.

 

 

Sejak jembatan diperbaiki, dia berangkat pukul 06.20. Lebih awal dibandingkan sebelumnya. Jalan yang macet membuat Agus sampai di kantor pukul 07.40. Dengan titik kemacetan mulai dari Jalan Raya Karanggeger, Kecamatan Pajarakan sampai Jalan Raya Sukokerto, Pajakaran.

Agus menuturkan, jalur alternatif rutenya melingkar. Sehingga membutuhkan waktu cukup lama. Karena itulah ia lebih memilih berangkat awal agar tidak telat masuk kantor.

"Lebih enak lewat jalur Pantura. Sebab, jalannya lurus. Kalau ke jalan alternatif melingkar ke selatan, lebih jauh. Agar tidak telat memang harus berangkat awal," tuturnya.

 

 

Hal senada dikatakan Dwi, 27, warga Kecamatan Kraksaan. Ia merupakan karyawan perusahaan swasta di Kota Probolinggo, memutuskan berangkat lebih awal agar tidak telat masuk kantor. Sebab, kemacetan cukup panjang. Dari arah timur di pagi hari, kemacetan terjadi mulai SPBU Semampir di Kraksaan hingga Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan.

"Ruas jalan macet karena perbaikan jembatan. Mau bagaimana lagi, ya tetap jalan. Bagi saya jalur ini memang lebih nyaman. Sayangnya, masih ada pengendara roda empat yang nyalip dari kiri. Merugikan yang lain," katanya. (ar/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#jalur pantura probolinggo #jembatan pajarakan