HAUL Al Arif Billah Waliyullah Habib Husein bin Hadi Al Hamid kembali digelar. Haul perintis Ponpes Islam Al Habib Muhammad Shodiq bin Husein Ahlussunnah Wal Jamaah, Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, itu dihadiri ribuan jamaah. Termasuk dari luar negeri.
Haul Al Arif Billah Waliyullah Habib Husein bin Hadi Al Hamid dipusatkan di Masjid Al Mubarok Habib Husein. Digelar mulai pukul 10.00 hingga sekitar pukul 14.00. Ratusan ribu jamaah hadir langsung dalam acara haul yang memasuki tahun ke-39. Selain warga lokal, jamaah juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Membeludaknya jamaah diantisipasi panitia dengan menyiapkan tenda di sejumlah tempat. Termasuk sound system yang disebar di sejumlah titik. Jamaah yang tidak kebagian tempat, memanfaatkan teras-teras rumah warga sekitar untuk mengikuti haul. Meski sesak hingga peluh menetes, mereka tampak khusyuk mengikuti rangkaian haul hingga selesai.
Para jamaah datang berbondong-bondong sejak sekitar pukul 06.00. Mereka datang dari berbagai arah. Di antaranya, melewati tiga gapura megah yang dibangun ponpes setempat.
Bahkan, ada yang menginap agar tidak ketinggalan mengikuti momen penuh barokah ini. Mereka memenuhi hotel dan penginapan di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.
Sementara, untuk mengantisipasi membeludaknya kendaraan, panitia juga menyiapkan puluhan lokasi parkir. Mulai tanah lapang, halaman sekolah, hingga halaman warga disulap menjadi tempat parkir. Warga sekitar ikut ketiban rezeki. Salah satunya dengan menjadi petugas parkir dadakan.
Haul juga menjadi ladang rezeki bagi para pedagang. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ratusan pedagang membuka lapak di kanan-kiri jalan menuju ponpes setempat. Mulai makanan, minuman, aksesori, pakaian, hingga mainan memenuhi pinggir jalan. Pedagang-pedagang itu juga diserbu pembeli. Mereka semringah.
Pengasuh Ponpes Islam Al Habib Muhammad Shodiq Ahlussunnah Wal Jamaah Habib Abdul Qodir bin Muhammad Shodiq Al Hamid dalam ceramah agamanya, mengajak jamaah senantiasa menjaga salat berjamaah. Karena salat sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada Allah SWT. “Itulah orang yang memilih Allah SWT daripada yang lain,” ujarnya.
Menurutnya, Habib Husein selalu menjaga salat lima waktu. Beliau juga memiliki sifat sabar dalam segala hal. Baik dalam bentuk ketaatan dalam menjalankan perintah Allah SWT maupun dalam menghadapi musibah. ‘Beliau memilih Allah SWT daripada apapun yang ada di dunia. Sehingga, oleh Allah beliau diberi titel waliyullah. Ini adalah titel keabadian,” katanya.
Rais Syuriah PC NU Kota Kraksaan K.H. Abdul Wasik Hannan mengatakan, orang-orang yang datang langsung ke acara Haul Habib Husein merupakan orang-orang yang beruntung. Ia mendoakan umat selalu diberi kekuatan iman dan Islam.
Habib Abu Bakar Assegaf dari Pasuruan mengisahkan, Habib Husein sangat ramah, semua tamu dilayani dengan baik. Beliau juga memiliki jiwa yang penyabar dan istiqamah. “Beliau membuka rumahnya untuk para tamu. Demi melayani umat Nabi Muhammad SAW. Puluhan tahun beliau melayani umat,” katanya.
Habib Abdurrahman bin Prof. Dr. Habib Abdullah bil Faqih dari Malang mengaku, dulu bersama abahnya sering ke Desa Brani Kulon untuk berkunjung ke Habib Husein. Menurutnya, kewalian Habib Husein juga bisa dilihat dari wajahnya yang seperti bercahaya. “Semoga yang hadir dalam haul ini pulang membawa barokah. Hatinya semakin bersih,” doanya.
Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf dari Pasuruan berharap kepada umat Islam untuk selalu menyambung cinta kepada Rasulullah SAW hingga akhir hayat.
Kemarin, haul diawali dengan pembacaan maulid diba’ dan pembacaan manaqib (biografi) Al Arif Billah Waliyullah Habib Husein bin Hadi Al Hamid. Kemudian, ceramah agama dan diakhiri dengan tahlil yang dipimpin oleh Habib Hasan Al Bahar. (uno/adv)
Editor : Ronald Fernando