PROBOLINGGO, Radar Bromo- Kebakaran di petak 23B Gunung Geni memang sudah padam. Namun, potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) masih bisa terjadi selama musim kemarau. Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Klenang mewaspadai dua bukit yang rawan kebakaran.
Kepala RPH Klenang Kasan menjelaskan, di wilayah kerjanya ada dua bukit yang menjadi atensi. Sebab, saat musim kemarau sering terjadi kebakaran. Yakni, Gunung Geni di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan dan Gunung Bentar di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.
“Dua wilayah ini setiap tahunnya kami waspadai. Karena trennya memang sering terjadi kebakaran saat musim kemarau,” katanya, Rabu (26/7).
Untuk mengantisipasi kebakaran terjadi, pihaknya secara berkala melakukan patroli. Tidak hanya siang hari, tapi juga saat malam.
RPH juga berkoordinasi dengan perangkat desa, masyarakat, serta pihak terkait. Mereka diajak dan diminta aktif turut melakukan pengawasan dengan ketat.
Saat ada kebakaran, warga diminta cepat menginformasikan. Sekaligus mempercepat penanganan kebakaran.
“Bukit tersebut (Gunung Geni dan Gunung Bentar, Red) vegetasinya mayoritas semak-semak, ilalang, dan rumput kering. Sehingga saat ada api, mudah merambat dan cepat meluas,” bebernya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, kebakaran dapat diantisipasi. Yakni, dengan tidak sembarangan membuat api atau membuang puntung rokok di lahan yang mudah terbakar. Apabila menyalakan api, harus dijaga sampai api benar-benar padam. Sebab, banyak insiden kebakaran terjadi karena kelalaian warga menyalakan api atau membuang puntung rokok sembarangan.
“Mitigasi kebakaran bisa dilakukan oleh masyarakat. Saat menyalakan api harus dijaga sampai padam. Jangan meninggalkan api pada wilayah yang mudah terbakar. Apalagi kondisi angin kencang,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, lahan Perhutani di petak 23B Gunung Geni, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, terbakar pada Selasa (25/7) malam. Total lahan yang terbakar di RPH Klenang, BKPH Probolinggo, KPH Probolinggo ini mencapai 3 hektare. Kebakaran itu akhirnya bisa dipadamkan, walau dengan cara manual. (ar/hn)
Editor : Ronald Fernando