KRAKSAAN, Radar Bromo - Penataan Hutan Kota Kraksaan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Tahun ini penambahan pintu akan dilakukan pada sisi sebelah timur untuk meningkatkan kunjungan ke paru-paru kota tersebut.
Kabid Tata Lingkungan DLH Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menjelaskan, saat ini hutan kota masih memiliki satu pintu yang berada di sisi sebelah selatan. Pintu terpusat tersebut membuat pengunjung yang datang merasa kesulitan. Sementara lokasi hutan berada persis di perempatan jalan. Karena itulah perlu ada pintu alternatif. Sehingga memudahkan pengunjung yang datang dari arah timur maupun selatan.
"Sudah kami pertimbangkan. Perlu ada pintu sisi sebelah timur agar warga bisa lebih mudah masuk lokasi hutan kota," katanya.
Ia menjelaskan jika penataan hutan kota dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran yang dimiliki oleh DLH. Nantinya wilayah hutan kota akan lebih disterilkan. Artinya penataan warung akan dilakukan lebih baik. Sehingga tidak mengurangi fungsi utamanya sebagai paru-paru kota. Selain itu dalam hutan kota akan dijadikan edukasi wisata.
Sebelumnya pemasangan QR Code dilakukan di hutan kota untuk memudahkan identifikasi tanaman melalui data yang tersimpan dalam QR Code. Dengan itu informasi tanaman dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat mulai nama ilmiah, klasifikasi, deskripsi dan manfaat tanaman.
Pemasangan QR Code perlu dipasang karena selama ini masyarakat seringkali tidak mengenal jenis dan manfaat tanaman yang ada di sekitar. QR Code menjadi salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat untuk bisa lebih mengenal dan mengetahui nama-nama tanaman yang hidup beserta manfaatnya.
Hutan Kota Kraksaan merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik. Dimanfaatkan untuk keperluan wisata alam, rekreasi, olahraga, konservasi tanaman dan sarana edukasi. "Untuk realisasinya kami rencanakan tahun ini. Saat ini masih tahap perencanaan," tuturnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando