Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengintip Pupuk Hayati Micoplus untuk Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia

Jawanto Arifin • Rabu, 28 Juni 2023 | 19:25 WIB
SINERGI: Budiono (kanan) bersama Ika Ratmawati di lahan yang ditanami bawang prei. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
SINERGI: Budiono (kanan) bersama Ika Ratmawati di lahan yang ditanami bawang prei. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
JAMUR mikoriza memiliki sejumlah manfaat bagi tanaman. Tumbuh kembang tanaman yang disertai dengan pupuk dari jamur mikoriza, jauh lebih bagus. Seperti dipraktikkan Budiono, 51.

Budiono mengembangkan jamur mikoriza bermula pada 2016. Saat itu, ia mewakili kelompok tani di desanya mendapatkan pelatihan tentang jamur mikoriza di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Usai pelatihan, warga Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, ini langsung mencobanya di rumah. Jamur mikoriza dijadikan sebagai pupuk hayati micoplus. Sebelumnya, ketika bercocok tanam, ia hanya menggunakan pupuk kompos dari kotoran kambing.

Cara pembuatan pupuk hayati micoplus ini adalah kotoran kambing difermentasi. Lalu, digiling dan diayak. Pupuk kompos ini dimasukkan ke dalam polybag, diberi biji jagung dan jamur mikoriza di atasnya.

Dua bulan pertama, jamur mikoriza dan biji jagung ini disiram secara teratur. Setelah dua bulan, dibiarkan tanpa disiram. Agar perkembangan jamur mikoriza yang ditanam bersama biji jagung ini bisa bagus.

“Kalau bagus itu, jika dilihat dari mikroskop ada hifa atau benang-benang halus yang tumbuh di akar tanaman. Saya sengaja memilih jagung karena jagung memiliki akar yang banyak,” ungkapnya.

Setelah tiga bulan, jagung siap dipanen. Maka pupuk kompos yang diberi jamur mikoriza ini diambil seluruhnya. Pupuk kompos ini disebut sebagai pupuk hayati micoplus, karena di dalamnya sudah mengandung mikoriza.



Budiono menyebut, penggunaan pupuk hayati ini bagus pada tanaman. Juga, bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Penggunaannya, petani bisa mengambil satu sendok pupuk micoplus dan dimasukkan ke tanah untuk satu tanaman.

“Saya sudah mencoba ke sejumlah tanaman. Hasilnya lebih bagus daripada hanya pakai pupuk kompos. Spora tanamannya paling rapat. Bawang daun yang ditanam di dataran tinggi juga bagus hasilnya dengan jamur ini,” jelasnya.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Wilker Kabupaten Probolinggo Ika Ratmawati menyebutkan, jamur mikoriza memiliki sejumlah kelebihan. Sebab, bersimbiosis di perakaran tanaman dan berfungsi sebagai tameng.

“Jamur ini menahan serangan patogen tular tanah, sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit. Serta, penerobos melalui hifa atau benang-benang untuk mendapatkan air dan nutrisi,” jelas pendamping Budiono ini.

Hasil inovasi Budiono, cukup baik. Bahkan, dinobatkan sebagai juara I dalam Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo 2023 Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Agribisnis. (riz/*) Editor : Jawanto Arifin
#pemkab probolinggo #lomba inovasi daerah #inovasi daerah 2023