RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Probolinggo, memiliki jumlah pasien rawat jalan mencapai 3.138 orang per bulan. Dengan jumlah pasien kronis 548 orang dan 40 persen dari pasien tersebut merupakan lansia.
Banyaknya pasien, tentu membuat antrean membeludak. Khususnya saat pengambilan obat pascapemeriksaan medis. Perlu solusi untuk mengurai antrean.
Tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Depo Rawat Jalan RSUD Waluyo Jati Kraksaan Hinda Suliati, S.Farm. berinovasi. Lahirlah Sobat. Bentuk layanan kefarmasian bebas antrean. Pasien yang berobat ke rumah sakit akan mendapatkan obat dengan sistem diantarkan langsung ke rumah.
“Antrean panjang sering dikeluhkan pasien, sehingga perlu ada cara untuk mengurai antrean. Dengan inovasi Sobat ini, antrean dapat terurai. Pasien juga bisa langsung istirahat di rumah setelah berobat,” katanya.
Teknis layanan Sobat cukup simpel. Setelah pasien mendapatkan resep obat, langsung mendatangi bidang farmasi. Memberikan identitas dan lokasi pengiriman obat dan meninggalkan tempat. Nantinya petugas akan menyiapkan obat yang dibutuhkan.
Setelah obat tersedia, petugas akan menghubungi pihak ketiga. Dalam hal ini bekerja sama dengan Pos Indonesia, untuk mengantarkan obat sesuai domisili pasien. Dengan sistem ongkos kirim bayar di tempat.
Sistem pembayarannya tergolong murah. Hanya Rp 10.000 untuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo. Pasien yang rumahnya jauh ataupun dekat, tetap dibebani dengan biaya yang sama.
“Pengantaran obat dengan tetap menjamin mutu, stabilitas, jenis, jumlah, dan ketepatan waktu. Inovasi ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan layanan kefarmasian RSUD. Serta, mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh obat,” jelasnya.
Sobat berhasil menarik perhatian para juri lomba Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo Tahun 2023. Inovasi ini pun berhasil menjadi juara I kategori Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin