Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sobat, Inovasi RSUD Waluyo Jati yang Membuat Pasien Tak Perlu Antre Obat

Jawanto Arifin • Rabu, 28 Juni 2023 | 18:05 WIB
INOVATIF: Hinda Suliati, S.Farm, Tenaga Teknis Kefarmasian di Instalasi Farmasi Depo Rawat Jalan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Inovasinya, Sobat, berhasil menjadi juara I Lomba Inovasi Daerah 2023. (Didik Purwanto/Radar Bromo)
INOVATIF: Hinda Suliati, S.Farm, Tenaga Teknis Kefarmasian di Instalasi Farmasi Depo Rawat Jalan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Inovasinya, Sobat, berhasil menjadi juara I Lomba Inovasi Daerah 2023. (Didik Purwanto/Radar Bromo)
KEMUDAHAN mendapatkan layanan kesehatan menjadi dambaan masyarakat. Karenanya, RSUD Waluyo Jati Kraksaan terus berinovasi untuk mempermudah pasien. Salah satunya melalui layanan Sahabat Antar Obat (Sobat).

RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Probolinggo, memiliki jumlah pasien rawat jalan mencapai 3.138 orang per bulan. Dengan jumlah pasien kronis 548 orang dan 40 persen dari pasien tersebut merupakan lansia.

Banyaknya pasien, tentu membuat antrean membeludak. Khususnya saat pengambilan obat pascapemeriksaan medis. Perlu solusi untuk mengurai antrean.

Tenaga teknis kefarmasian di Instalasi Farmasi Depo Rawat Jalan RSUD Waluyo Jati Kraksaan Hinda Suliati, S.Farm. berinovasi. Lahirlah Sobat. Bentuk layanan kefarmasian bebas antrean. Pasien yang berobat ke rumah sakit akan mendapatkan obat dengan sistem diantarkan langsung ke rumah.

“Antrean panjang sering dikeluhkan pasien, sehingga perlu ada cara untuk mengurai antrean. Dengan inovasi Sobat ini, antrean dapat terurai. Pasien juga bisa langsung istirahat di rumah setelah berobat,” katanya.

Teknis layanan Sobat cukup simpel. Setelah pasien mendapatkan resep obat, langsung mendatangi bidang farmasi. Memberikan identitas dan lokasi pengiriman obat dan meninggalkan tempat. Nantinya petugas akan menyiapkan obat yang dibutuhkan.

Setelah obat tersedia, petugas akan menghubungi pihak ketiga. Dalam hal ini bekerja sama dengan Pos Indonesia, untuk mengantarkan obat sesuai domisili pasien. Dengan sistem ongkos kirim bayar di tempat.

Photo
Photo
KOMPAK: Dari kiri, Kabid Pelayanan Penunjang Sugianto,S.Kep.Ns., M.M.; Hinda Suliati, S.Farm.; dan Endang Sutrisno Ningsih, teman sekantor di Depo Farmasi Rawat Jalan RSUD. (Didik Purwanto/Radar Bromo)



Sistem pembayarannya tergolong murah. Hanya Rp 10.000 untuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo. Pasien yang rumahnya jauh ataupun dekat, tetap dibebani dengan biaya yang sama.

“Pengantaran obat dengan tetap menjamin mutu, stabilitas, jenis, jumlah, dan ketepatan waktu. Inovasi ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan layanan kefarmasian RSUD. Serta, mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh obat,” jelasnya.

Sobat berhasil menarik perhatian para juri lomba Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo Tahun 2023. Inovasi ini pun berhasil menjadi juara I kategori Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin
#rsud waluyo jati #lomba inovasi daerah #inovasi daerah 2023