Belasan PSK STW alias setengah tua itu dilakukan di tiga titik lokasi. Pertama berada di Desa Plampang, Kecamatan Paiton, Desa Besukagung, Kecamatan besuk dan kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan.
“Kami menyisir sejumlah tempat. Ternyata benar beroperasi. Ada setidaknya 15 PSK dan 3 mucikari yang kami amankan,” kata Pejabat Fungsional Ahli Muda pada Satpol PP Mashudi pada Jawa Pos Radar Bromo Selasa (13/6) malam.
Perlu upaya yang tidak mudah saat Satpol PP mengamankan mereka di sejumlah tempat. Penuh drama dan perjuangan. Sebab, Diungkap Masudi, di beberapa lokasi pihak Satpol PP berkejar-kejaran. Jika tidak cepat, maka sejumlah PSK akan lebih dulu kabur.
“Karena ada sejumlah lokasi yang kami datangi ternyata kosong. Jadi informasi akan ada operasi pekat telah bocor terlebih dahulu. Bahkan ada yang kabur,” ujarnya.
PSK tersebut kemudian dibawa Satpol PP ke markasnya di Utara Alun-alun Kraksaan. Mereka didata dan diberi pembinaan oleh Satpol PP. Dari data yang dilakukan, keseluruhan PSK ini, mereka adalah PSK lama, yang pernah beberapa kali diamankan.
“Usianya sudah tak lagi muda. Beberapa dari mereka merupakan pemain lama. Atau sudah bekerja sebagai PSK sudah lama. Rata-rata usianya 30-45 tahun,” ujarnya.
Tidak hanya itu mereka juga diminta melakukan tes kesehatan oleh satpol PP. Hasil pengecekan kesehatannya, empat orang PSK reaktif HIV. “Mereka yang reaktif diminta datang ke puskesmas setempat untuk dilakukan pengecekan kesehatan lebih lanjut,” ujarnya.
Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, keseluruhan PSK pun diminta menghubungi keluarganya untuk menjemput dan pulang kerumah. (mu/fun) Editor : Ronald Fernando