------------------------------------------------------------------------------------------------------
DESA Liprak Kidul memiliki wisata yang cukup berpotensi untuk terus dikembangkan. Wisata Hutan Jati Raya (WHJR). Keberadaannya terus berkembang. Fasilitasnya semakin lengkap. Tak heran jika destinasi wisata ini menjadi wisata alternatif yang cukup digandrungi pengunjung.
WHJR terletak di Dusun Alas. Menonjolkan konsep eduwisata. Pengunjung dapat melihat dan menyentuh langsung pohon jati sebagai bahan baku meleber. Pengunjung juga dapat mengetahui lingkungan tempat tumbuhnya pohon yang dipercaya mampu bertahan hingga ratusan tahun ini.
Bendahara Desa Liprak Kidul Muchamad Toib mengatakan, pemerintah desa berkomitmen terus mengembangkan wisata yang menjadi identitas dan daya tarik desa. Tahun ini telah dibangun sejumlah fasilitas baru untuk menambah kenyamanan pengunjung.
Di antaranya, ada jembatan berkonstruksi bambu dilengkapi gapura pintu masuk di sisi tengah sebelah timur wisata. Fasilitas ini menghubungkan pada 3 gazebo berukuran 3 x 2 meter berbentuk segitiga.
“Fasilitas kami tambah. Menyesuaikan kebutuhan pengunjung. Agar pengunjung lebih nyaman saat datang untuk bersantai," katanya.
Gazebo ini dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai. Memesan beberapa snack dan minunan hangat maupun dingin di Cafe WHJR.
Di sisi selatan jembatan, terdapat panggung dan kursi. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan pengunjung untuk ber-selfie atau berfoto bersama keluarga. View yang ditawarkan cukup alami.
“Sebelum masuk areal WHJR, sudah kami bangun sebuah gapura. Sebagai penunjuk lokasi wisata. Jadi, pengunjung sudah bisa tahu letak WHJR di mana. Hal ini juga lebih mempermudah pengunjung untuk berwisata,” jelasnya. (ar/rud/*)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tekan Biaya Operasional Pertanian
DESA Liprak Kidul memiliki lahan pertanian produktif yang cukup luas. Bahkan, mayoritas warga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari hasil pertanian. Karenanya, pemerintah desa juga membangun sejumlah infrastruktur bidang pertanian.
Sebelum tutup tahun 2022, pemerintah desa telah melakukan pemetaan ruas jalan. Untuk mengetahui yang perlu dibangun dan perlu diperbaiki. Baik jalan poros desa, jalan usaha tani, dan jalan menuju permukiman.
Tahun ini peningkatan jalan usaha tani masuk rencana prioritas pembangunan bidang infrastruktur desa. “Jalan usaha tani akan kami bangun pada realisasi anggaran tahap kedua. Sebab, memiliki dampak bagi perekonomian dan kesejahteraan warga," ujar Bendahara Desa Liprak Kidul Muchamad Toib.
Jalan pertanian yang akan dibangun berlokasi di RT 17-18/RW 6, Dusun Darungan. Jalan ini merupakan akses menuju lahan pertanian seluas 35 hektare. Kini kondisi jalan berupa tanah. Sering dikeluhkan warga. Terutama ketika musim hujan. Jalan menjadi becek dan berlumpur.
Saat dilintasi kendaraan roda empat bermuatan berat, struktur jalan akan rusak. Bahkan, jika dilewati terus-menerus akan meninggalkan lubang yang dalam. Kondisi seperti ini membahayakan pengendara roda dua.
“Jalan memiliki panjang 1 kilometer. Nantinya akan kami bangun berkonstruksi aspal. Dengan pembangunan jalan yang segera direalisasikan, mudah-mudahan bisa memangkas biaya operasional, sehingga bisa meningkatkan pendapatan. Infrastruktur yang dibangun juga bagian dari program mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya. (ar/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA LIPRAK KIDUL TAHUN ANGGARAN 2023
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa Rp 5.000.000,00
Pendapatan transfer Rp 1.956.846.053,00
Jumlah Rp 1.961.846.053,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
BELANJA
Belanja pegawai Rp 371.227.920,00
Belanja barang dan jasa Rp 600.871.133,00
Belanja modal Rp 848.945.000,00
Belanja tidak terduga Rp 140.802.000,00
Jumlah Rp 1.961.846.053,00
Surplus / (Defisit) Rp 0,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan Rp 56.280.203,00
Silpa tahun sebelumnya Rp 56.280.203,00
Pengeluaran pembiayaan Rp 56.280.203,00
Pembentukan dana cadangan Rp 28.670.203,00
Penyertaan modal desa Rp 5.000.000,00
Pengeluaran pembiayaan lainnya Rp 22.610.000,00
Pembiayaan Netto Rp 0,00
Sisa lebih pembiayaan anggaran Rp 0,00 Editor : Ronald Fernando