Desa Liprak Wetan memiliki potensi pertanian cukup baik. Hampir separo wilayah administrasinya berupa lahan pertanian. Didukung irigasi yang menyebar hampir merata di seluruh dusun. Mayoritas warga juga menggantungkan mata pencahariannya dari hasil pertanian.
Kepala Desa Liprak Wetan Nurhayati mengatakan, secara bertahap pemerintah desa meningkatkan sarana prasarana pada sektor pertanian. Bukan hanya untuk mewujudkan ketahanan pangan, juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang memenuhi kebutuhan hidup dari hasil mengolah sawah.
“Pembangunan sektor pertanian kami lakukan secara berkelanjutan. Dengan cara ini, kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. Setiap tahun infrastruktur yang kami bangun berbeda," katanya.
Tahun ini, pemerintah desa membangun jalan usaha tani sepanjang 313 meter di RT 22/RW 3, Dusun Pocok. Melalui jalan ini dapat ditempuh lahan pertanian dan perkebunan seluas 43 hektare. Puluhan lahan tersebut cukup potensial ditanami padi, jagung, cabai, dan tebu.
Peningkatan kualitas jalan usaha tani begitu diperlukan. Struktur jalan yang kokoh akan mempercepat pengangkutan hasil panen. Tidak membutuhkan banyak tenaga, karena bisa langsung diangkut menggunakan kendaraan roda empat.
“Jalan sudah kami rabat. Kondisinya sudah nyaman untuk dilintasi kendaraan roda empat yang mengangkut hasil panen," katanya.
Pemerintah Desa Liprak Wetan juga telah menyelesaikan pembangunan dua jalan menuju permukiman. Di antaranya, rabat beton jalan sepanjang 168 meter di RT 8/RW 1, Dusun Karanganyar dan mempaving jalan sepanjang 113 meter di RT 6/RW 1, Dusun Karanganyar.
“Dua ruas jalan di Dusun Karanganyar sudah selesai. Jalan itu merupakan jalan menuju permukiman yang dihuni 109 kepala keluarga,” jelasnya.
Tangani Banjir dengan Normalisasi Sungai
Mitigasi risiko bencana desa turut menjadi atensi Pemerintah Desa Liprak Wetan. Beberapa bulan lalu, pemerintah desa melakukan normalisasi sungai. Proyek ini digarap dengan sistem padat karya tunai.
Lokasinya di RT 25-26/RW 4, Dusun Pao. Dengan pelaksanaan normalisasi sepanjang 350 meter. Sungai ini berada persis di pinggir jalan poros desa. Kondisinya begitu dangkal akibat endapan lumpur. Seiring dengan berjalannya waktu, sedimen itu semakin tinggi.
“Normalisasi kami lakukan karena saat hujan air tidak dapat mengalir maksimal. Saat hujan deras dan ada air kiriman dari dusun yang letaknya lebih tinggi, air meluber ke jalan," ujar Kepala Desa Liprak Wetan Nurhayati.
Pengerjaannya dilakukan secara manual. Melibatkan 20 warga sekitar. Mereka yang ikut diupah sesuai pekerjaan yang dilaksanakan.
Padat karya tunai tidak serta merta dilakukan. Ada beberapa pertimbangan yang dilakukan untuk menjadi tenaga kerjanya. Meliputi berdomisili dekat dengan lokasi pembangunan dan merupakan warga Desa Liprak Wetan. Pekerja juga belum bekerja, jeda panjang karena pekerjaan yang digeluti musiman.
Dengan pertimbangan inilah pemenuhan tenaga kerja dilakukan. Nurhayati mengatakan, setiap pekerja mendapatkan upah. Dengan demikian, jumlah pengangguran di desa dapat menurun.
Bila hasil pekerjaannya cukup baik, maka tenaganya akan kembali digunakan dalam program padat karya tunai tahap berikutnya. “Meski rentang waktu pengerjaan proyek tidak lama, setidaknya warga sudah mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya. (ar/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA LIPRAK WETAN TAHUN ANGGARAN 2023
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa – Rp 8.203.150,00
Pendapatan transfer – Rp 1.695.131.290,00
Pendapatan lain-lain – Rp 1.090.259,00
Jumlah – Rp 1.704.424.699,00
BELANJA
Belanja pegawai – Rp 319.498.320,00
Belanja barang dan jasa – Rp 508.371.460,00
Belanja modal – Rp 872.144.299,00
Belanja tidak terduga – Rp 104.400.000,00
Jumlah – Rp 1.804.414.079,00
Surplus / (defisit) – (Rp 99.989.380,00)
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan – Rp 154.989.380,00
Silpa tahun sebelumnya – Rp 154.989.380,00
Pengeluaran pembiayaan – Rp 55.000.000,00
Penyertaan modal desa – Rp 55.000.000,00
Pembiayaan netto – Rp 99.989.380,00
Sisa lebih pembiayaan anggaran – Rp 0,00 Editor : Ronald Fernando