------------------------------------------------------------------------------------------------------
BANTUAN ini diberikan pada satu kelompok ternak. Jumlah bantuannya sebanyak 20 sak karung. Penyalurannya sudah dilakukan pada kelompok di tahap dua lalu. Sementara untuk kelompok lainnya dilakukan bertahap.
Kepala Desa Pohsangit Ngisor Nijar mengungkapkan, ada tiga kelompok ternak kambing di desanya. Namun tahun ini baru satu kelompok yang dapat. Kelompok ini diberi bantuan sentrat untuk pakan.
“Bantuan ini baru karena sebelumnya tidak pernah. Kami sengaja alokasikan karena kambing ini merupakan potensi. Di desa kami ada sekitar 20 KK yang bertenak kambing,” katanya.
Bantuan ini diharapkan bisa membuat peternak semakin rajin dalam mengembang biakkan ternak mereka. Sehingga menghasilkan ternak yang besar dan unggul.
“Untuk dua kelompok lainnya pasti kami akan bantu secara bertahap. karena tahun ini belum bisa, maka tahun depan. Untuk yang sudah dapat tahun ini, maka tahun depan tidak dapat,” jelas Nijar.
Selama ini peternak domba di Desa Pohsangit Ngisor membiakkan ternak mereka di rumah masing masing. Karena jumlahnya rata-rata berkisar tiga sampai lima ekor, mereka memanfaatkan pekarangan di rumahnya. Kondisi ini dinilai kurang maksimal dari segi keamanan dan pengawasan.
Karena itu sejak tahun lalu, Pemdes Pohsangit Ngisor berinisiatif membuatkan kandang komunal. Kandang berbentuk persegi panjang tersebut dibuat di Dusun Kolor.
Sebelumnya, kelompok peternak kambing diberi sosialisasi soal hal ini. Rupanya mereka mendukung dan bersedia memindahkan ternak miliknya. Meski baru permulaan, kini total ada 67 ternak yang menempati kandang ini.
Manfaat dipusatkan di satu lokasi, kata Nijar, pengawasan menjadi lebih mudah. Pemberian makanan, minuman hingga jika ada ternak yang sakit bisa lebih terpantau. Selain itu keamanan ternak menjadi terjamin.
“Setelah dipusatkan di satu kandang ini, pemantauan nya menjadi baik. sebelumnya kan satu orang itu paling hanya punya tiga ekor,” jelasnya.
Menurutnya, ada orang yang bertugas jaga selama 24 jam di lokasi berukuran sekitar 8 x12 meter ini. sehingga, bisa mencegah dari hal yang tidak diinginkan. Seperti pencurian hewan (curhewan).
“Saat ini tersisa 17 ternak saja karena sisanya sudah dijual. Harganya pun bergantung pada berat badan. Ada ternak dari kelompok yang laku Rp 8 juta,” sebut Nijar. (riz/fun/*)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bangun Tiga Titik Irigasi
PEMDES Pohsangit Ngisor juga memiliki program pembangunan infrastruktur. Untuk pengerjaan fisik tahun ini, pemdes hanya fokus pada irigasi di tiga titik.
Adapun lokasi drainase itu dippusatkan di Dusun Kolor RT 3 sampai RT 5 RW 2. Panjang drainasenya bervariasi. Mulai 104 meter, 75 meter hingga 178 meter.
Pembangunan saluran irigasi ini sangat penting karena air yang mengalir cukup besar. Sehingga menyebabkan tanah sawah terkikis, dan membuat terjadinya longsor. Padahal jumlah sawah di lokasi ini cukup banyak. Sekitar 80 hektar.
“Petani sudah mengeluhkan hal ini sebelum saya menjabat sebagai kades. Alhamdulillah tahun ini kami bisa merealisasikannya. Kini mereka tidak perlu risau tanah sawah menjadi longsor,” sebut Nijar. (riz/fun)
Pendapatan
Pendapatan Asli Desa Rp 5.200.000,00
Pendapatan Transfer Rp 1.142.078.057,00
Jumlah Pendapatan Rp 1.147.278.057,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Belanja
Belanja Pegawai Rp 303.983.088,00
Belanja Barang dan Jasa Rp 408.967.866,50
Belanja Modal Rp 303.676.969,00
Belanja Tidak Terduga Rp 131.400.000,00
Jumlah Belanja Rp 1.148.027.923,50
Surplus (Defisit) Rp 749.866,50
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan Rp 749.866,50
Silpa tahun sebelumnya Rp 749.866,50
Pembiayaan Netto Rp 749.866,50
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sisa lebih pembiayaan anggaran 0,00 Editor : Ronald Fernando