Program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur di Desa Selogudig Wetan berjalan beriringan. Pemerintah desa telah membangun jalan di Dusun Talang, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Kini, jalan yang berada di antara lahan pertanian semakin kokoh. Ditinggikan dan dilengkapi dengan tembok penahan tanah (TPT) di sisi kanan dan kiri. Sementara badan jalan dirabat beton. Pembangunannya hampir mencapai 100 persen. Hanya tersisa beberapa meter.
Berbeda dengan sebelumnya, jalan ini kondisinya sangat mengkhawatirkan. Selain masih berupa tanah, jalannya juga sempit. Layaknya jalan setapak. Hanya sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini sering dikeluhkan warga. Sebab, aksesnya menuju lahan pertanian dan perkampungan warga tak layak.
“Alhamdulillah, tahun ini bisa kami bangun. Pembangunan jalan ini juga atas permintaan warga. Dulu kendaraan tidak bisa masuk. Sekarang kendaraan roda tiga bisa aman dan nyaman melintas di jalan tersebut. Selain ke jalan raya, jalan ini juga menjadi akses menuju Desa Selogudig Kulon,” ujar Kepala Desa Selogudig Wetan Bagus Budi Prayoga.
Selain untuk mendukung program ketahanan pangan, kata Bagus, pembangunan jalan ini juga untuk mendukung keamanan dan kenyamanan akses sehari-hari warga. Sebab, ketika musim hujan, jalan ini becek dan licin. “Warga juga harus berhati-hati jika harus melewati jalan tersebut,” katanya.
Kebut Pembangunan Infrastruktur
Sejak setahun terakhir atau sejak kepemimpinan Bagus Budi Prayoga, pembangunan infrastruktur di Desa Selogudig Wetan dikebut. Hal itu sesuai slogan yang diusungnya dalam memimpin desa; Gemar yang merupakan akronim dari Gemilang, Maju, dan Mandiri.
Tercatat, selama satu tahun pertama kepemimpinannya, ada 9 kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan. Pembangunan itu disesuaikan faktor kebutuhan. Di antaranya, pembangunan kantor desa, jalan paving, irigasi, drainase, pelebaran jalan, jalan rabat beton, dan pengaspalan lapen.
“Pembangunan yang kami laksanakan juga atas permintaan warga. Seperti permintaan petani untuk pembangunan irigasi. Kemudian, ada beberapa kegiatan pembangunan jalan. Salah satunya jalan rabat beton yang menghubungkan dengan desa tetangga dan akses pertanian,” ujar Kepala Desa Selogudig Wetan Bagus Budi Prayoga.
Pada tahun kedua pemerintahan, kata Bagus, sejumlah pembangunan juga akan dilanjutkan. Salah satunya meningkatkan kualitas jalan permukiman yang masih berupa tanah dengan pavingisasi. “Fokus kami tahun ini jalan di setiap gang akan dipaving,” katanya.
Mantan staf di DPRD Kabupaten Probolinggo ini mengatakan, selain gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur desa, pihaknya juga memperhatikan sejumlah sektor lainnya. Seperti akan lebih mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Karang Taruna. Yakni, dengan mendirikan unit usaha baru.
“BUMDes saat ini masih proses pembentukan struktur baru. Ada rencana, pengurus baru ini kami siapkan unit usaha. Yakni, jasa penyewaan sound system dan peralatan lainnya. Unit usaha ini juga melihat pasar dan potensi,” ujar Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Pajarakan ini. (uno/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA SELOGUDIG WETAN TAHUN ANGGARAN 2023
PENDAPATAN
Dana desa – Rp 955.848,000
Bagi hasil pajak – Rp 45.822.000
Alokasi dana desa – Rp 844.896.202
Pendapatan asli desa – Rp 24.625.000
Bantuan keuangan kabupaten – Rp 956.500.000
Jumlah – Rp 2.827.664.202
BELANJA
Penyelenggaraan pemerintah desa – Rp 614.770.260
Pelaksanaan pembangunan desa – Rp 1.298.557.600
Pembinaan kemasyarakatan – Rp 157.000.000
Pemberdayaan masyarakat – Rp 620.382.053
Biaya tak terduga – Rp 242.962.000
Jumlah – Rp 2.933.671.913
PEMBIAYAAN
Silpa tahun sebelumnya – Rp 106.007.709 Editor : Jawanto Arifin