------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMERINTAH Desa Boto memiliki tanah bengkok cukup luas. Salah satunya berada di pinggir jalan nasional. Cukup strategis. Luasnya sekitar 4.602 meter persegi.
Hampir semua wisawatan Gunung Bromo, khususnya yang menggunakan bus melalui akses jalan nasional ini. Kondisi ini ditangkap pemerintah desa sebagai peluang ekonomi. Pemerintah desa mengembangkannya dengan menjadikannya sebagai rest area.
Kepala Desa Boto Budi Santoso mengatakan, dalam rencana pembangunan tahun ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat dan tokoh masyarakat untuk membangun rest area. Mengingat, desanya merupakan jalur wisata Bromo, yang ramai wisatawan.
Setiap hari banyak kendaraan wisatawan kawasan Gunung Bromo melintasi Desa Boto. Melihat kondisi ini, perangkat desa dan tokoh masyarakat sepakat tanah bengkok ini dijadikan rest area.
“Rest Area ini akan diberi nama Rest Area TKD. Tahun ini mulai pembangunannya. Sekarang sudah dimulai pengerjaannya dengan membangun jembatan di atas saluran air tepi jalan itu,” katanya.
Tahun ini, pembangunan rest area difokuskan untuk menjadi tempat parkir kendaraan roda empat sampai bus. Dengan lahan luas 4.602 meter persegi dan kondisi lahan sudah datar, sangat memudahkan proses pembangunannya. “Nanti kami akan bangun sejumlah toilet, tempat istirahat, dan warung,” terangnya.
Dengan begitu, kata Budi, akan meramaikan kondisi desanya dan meningkatkan perekonomian warga. Rest Area TKD ini nantinya akan dikelola oleh BUMDes. Namun, masyarakat juga dapat berjualan dan menikmati keberadaan rest area.
Secara bertahap, tahun berikutnya akan dikembangkan agar lebih ramai. “Rombongan bus yang datang ke Bromo, juga akan diuntungkan. Karena rest area dan tempat parkirnya lebih dekat. Dibanding harus naik lewati jalur tanjakan dan rawan,” jelasnya. (mas/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tingkatkan Infrastruktur secara Merata
PEMBANGUNAN infrastruktur di Desa Boto, terus dilanjutkan. Terutama pembangunan jalan dan sektor pertanian. Tahun ini, sejumlah pembangunan infrasktruktur telah direncanakan. Bahkan, ada yang sudah digarap.
“Kami ingin pembangunan infrastruktur merata di semua dusun. Kebetulan, ada lima dusun. Yakni, Dusun Krajan, Sekar Putih, Lorokan, Taburan, dan Dusun Kayujaran. Alhamdulillah, tahun ini ada pembangunan infrastruktur,” ujar Kepala Desa Boto Budi Santoso.
Pembangunan infrastruktur di Desa Boto, kata Budi, hampir semuanya sudah dikerjakan. Seperti pembangunan jalan paving di Dusun Sekar Putih dan pembangunan rabat beton jalan.
Semua jalan yang dibangun tahun ini menjadi akses perekonomian warga dan aktivitas sehari-hari. Semuanya diperbaiki, karena kondisi jalan yang sudah rusak hingga memang belum dibangun. “Pembangunan jalan tahun ini hanya satu yang jalan paving. Yang lain, semua dibangun jalan rabat,” jelasnya. (mas/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
APBDES PEMERINTAH DESA BOTO TAHUN ANGGARAN 2023
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa Rp 9.000.000,00
Pendapatan transfer Rp 1.462.456.199,00
Jumlah Pendapatan Rp 1.471.456.199,00
------------------------------------------------------------------------------------------------------
BELANJA
Penyelenggaraan pemerintah desa Rp 393.945.359,00
Pelaksanaan pembangunan desa Rp 761.980.840,00
Pembinaan kemasyarakatan Rp 83.896.000,00
Pemberdayaan masyarakat Rp 113.500.000,00
Penanggulangan bencana darurat dan mendesak desa Rp 118.334.000
Jumlah belanja Rp 1.471.456.199,00 Editor : Ronald Fernando