------------------------------------------------------------------------------------------------------
SETIAP tahun, pembangunan dan peningkatan infrastruktur menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Lumbang. Tahun kemarin, pemerintah desa menggarap infrastruktur sektor pertanian. Tahun ini, giliran menggarap sejumlah jalan.
“Tahun ini, fokus peningkatan dan pembangunan jalan. Karena meski sebagian besar jalan desa kondisi sudah bagus, tetapi masih banyak juga yang butuh pembangunan. Termasuk pemeliharaan,” ujar Kepala Desa Lumbang Tiyarsi.
Sejumlah infrastruktur telah dibangun. Seperti jalan makadam sepanjang 380 meter di Dusun Tenggir. Jalan ini dulunya tanah yang membahayakan bagi warga yang melintas. Terutama ketika hujan. Jalan licin.
“Sudah kami bangun jalan makadam itu pada tahap pertama APBDes 2023. Rencananya, pada tahap dua atau tiga akan lanjutkan pengaspalannya,” katanya.
Ada juga rehab jembatan di RT 26/RW 07 Dusun Waturiti. Bagian fondasi jembatan butuh perhatian, karena tergerus air sungai. Dikhawatirkan rusak berat atau putus. Karena itu, tahun ini direhab. Fondasinya diperkuat dengan dibangun plengsengan dan penahan di sisi kanan dan kiri jembatan.
“Jembatan itu menjadi akses dan penghubung antardusun di Desa Lumbang. Menjadi akses jalan yang dibutuhkan warga tiap harinya,” terangnya.
Tidak hanya itu, kata Kepala Desa, potensi wisata desa yang dimiliki berupa wisata Air Tirto Ageng juga mendapatkan perhatian. Tahun ini, direncanakan akan dibangun jalan aspal di Dusun Tenggir yang menjadi akses menuju tempat wisata ini.
“Sebagian pembangunan infrastruktur sudah dilakukan pada tahap pertama. Nantinya perbaikan jalan akan dilanjutkan di titik lain pada tahap II dan III,” tambahnya. (mas/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selalu Dukung Pendidikan-Kesehatan
BIDANG pendidikan dan kesehatan tidak lepas dari perhatian Pemerintah Desa Lumbang. Dengan satu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) yang dimililiki desa, pemerintah desa terus mendorong pendidikan sejak dini kepada masyarakat.
Kepala Desa Lumbang Tiyarsi mengaku, terus mendorong dan mengedukasi warga terhadap pentingnya pendidikan. Termasuk mencegah terjadinya anak putus sekolah. Bahkan, pendidikan sejak dini terus digalakkan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik.
“Untuk pendidikan, saya berusaha anak yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah lagi. Kemudian, pendidikan sejak dini sudah kami dorong pada masyarakat Desa Lumbang supaya sejak kecil sudah disekolahkan,” katanya.
Ia mengatakan, pemerintah desa memiliki satu lembaga PAUD dan dua lembaga TK. Berupa PAUD Cempaka di Dusun Ketangi. Kemudian, TK Cempaka di Dusun Ketangi dan TK Pelangi di Dusun Krajan.
“Alhamdulillah, banyak masyarakat yang sudah mulai sekolahkan anaknya di lembaga PAUD dan TK. Baik itu di lembaga di bawah pemerintah desa ataupun bukan,” katanya.
Di bidang kesehatan, Tiyarsi mengaku, tetap fokus terhadap pencegahan kasus stunting. Salah satunya melalui kegiatan posyandu. Ada lima posyandu yang selama ini aktif memberikan layanan pemeriksaan kesehatan anak, timbang, dan pemberian makanan bergizi. “Untuk kegiatan bidang pendidikan dan kesehatan, kami selaku hadir memberikan support,” ujarnya. (mas/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
APBDESA PEMERINTAH DESA LUMBANG TAHUN ANGGARAN 2023
------------------------------------------------------------------------------------------------------
PENDAPATAN
Pendapatan asli desa Rp 10.000.000
Dana desa Rp 956.240.000
Bagian hasil pajak dan retribusi daerah Rp 47.724.000
Alokasi dana desa Rp 304.727.130
Jumlah pendapatan Rp 1.318.691.130
------------------------------------------------------------------------------------------------------
BELANJA
Penyelenggaraan pemerintah desa Rp 439.558.330
Pelaksanaan pembangunan desa Rp 576.408.000
Pembinaan kemasyarakatan Rp 41.500.000
Pemberdayaan masyarakat RP 18.500.000
Penanggulangan bencana, darurat dan mendesak desa Rp 272.426.692 Editor : Ronald Fernando