Ada 49 proposal yang masuk dan akan diseleksi untuk menetapkan nomine dari masing-masing bidang. Hal itu terungkap saat rapat koordinasi dewan juri dan Panitia Lomba Inoda 2023 di Ruang Pertemuan Bidang Litbang, Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/5).
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Alfiatul Khoiriyah mengatakan, ada beberapa kriteria poin penilaian dalam seleksi proposal peserta. Di antaranya, sistematika penulisan, dokumen pendukung, orisinalitas penulisan, serta nilai kebaruan inovasi.
“Proposal akan dinilai dan diseleksi sesuai bidang yang dilombakan. Selanjutnya akan ditentukan nomine yang lolos ke tahap presentasi,” katanya.
Ada tiga bidang yang dilombakan dalam Lomba Inoda 2023. Yaitu, Bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik; Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Agribisnis; serta Bidang Pendidikan dan Sains.
“Khusus Bidang Teknologi dan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), tidak bisa diikutkan dalam lomba Inoda tahun ini. Karena, tidak memenuhi kriteria. Jadi, kami hilangkan, sehingga berdasarkan hasil keputusan bersama dewan juri yang keputusannya tidak bisa diganggu gugat, lomba Inoda 2023 dilombakan tiga kategori bidang,” jelas Alfi.
Dari 49 proposal yang masuk, ada 24 proposal untuk Bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik; 16 proposal Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Agribisnis; serta 9 proposal untuk Bidang Pendidikan dan Sains.
Dalam proses seleksi, melibatkan juri dari unsur akademisi, birokrasi, dan praktisi. Sebab, proposal yang sudah dibuat tidak sekadar mapan dalam segi teori. Tetapi, juga harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
“Juri terdiri atas unsur akademisi. Ada dari Universitas Panca Marga, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, dan Universitas Nurul Jadid Paiton. Sedangkan, unsur birokrasi dari Bagian Organisasi Pemkab Probolinggo serta unsur praktisi melibatkan Jawa Pos Radar Bromo,” jelasnya. (dik/rud) Editor : Ronald Fernando