Terus berkurangnya stok beras yang dimiliki oleh Bulog dipengaruhi oleh kenaikan permintaan beras pasaran. Hal ini bisa dirasakan sejak masuk awal ramadhan hingga menjelang hari raya. Permintaan beras yang harus dipenuhi juga mengalami peningkatan cukup signifikan.
Pada minggu kedua bulan April, stok beras bulog yang sebanyak tersisa 2.000 ton. Sementara beras masih terus dikeluarkan dalam gudang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang hari raya.
"Stok di gudang ada 2.000 ton hitungannya mampu mencukupi kebutuhan untuk sebulan kedepan saja. Namun demikian tetap ada penambahan stok walaupun tidak banyak," kata Asisten manajer operasional dan pelayanan publik Perum Bulog Sub Divre Probolinggo Nugroho.
Ia menjelaskan jika sampai saat ini setiap pekannya rutin mengeluarkan stok beras dari gudang sebanyak 25-150 ton. Jumlah tersebut menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Artinya saat permintaan di masyarakat cukup tinggi, maka stok yang dikeluarkan juga banyak.
Walaupun stok yang ada terus berkurang, Nugroho menjelaskan jika stok tersebut masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah kerja bulog. Meliputi Kabupaten dan Kota Probolinggo, serta Kabupaten Lumajang. Penyaluran stok beras dapat dilakukan dengan operasi pasar dan permintaan beras dari masyarakat. Karena itulah stok beras yang dikeluarkan dari dalam gudang didistribusikan sesuai kebutuhan. Pemenuhan beras juga dilakukan secara merata di wilayah kerja Perum Bulog Sub Divre Probolinggo.
"Dari awal tahun sampai sekarang sebenarnya permintaan bisa lebih tinggi. Kami upayakan tidak hanya ada stok yang dikeluarkan, tetapi juga ada beras yang masuk ke gudang untuk tambahan stok," bebernya. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando