Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko saat meninjau normalisasi di Sungai Kedunggaleng, Senin (10/4). Katanya, warga harus ikut menjaga sungai. Minimal tak membuang sampah lagi.
Timbul datang didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahyo Saputra dan pihak PUPR Provinsi Jawa Timur. Rencananya, normalisasi akan dilakukan selama tiga bulan. Namun estimasi waktu tersebut diprediksi akan bertambah. Sebab, pada pada proses pemasangan alat berat di hilir saja membutuhkan waktu sebulan lebih.
"Kami memastikan bagaimana proses dilakukan. Mengingat, akases lintasan alat berat yang digunakan cukup sulit. Alhamdulillah, alat berat sudah bisa berada di hilir sungai," kata Timbul.
Normalisasi akan dimulai dari hilir menuju ke hulu. Hal ini dilakukan untuk menjaga aliran air agar aman. Sebab, apabila dilakukan dari lokasi hulu ke hilir maka air akan mudah tumpah dari selatan, sehingga mudah merusak tebing-tebing tepi sungai.
"Normalisasi dilakukan dengan melakukan pengerukan sungai. Mengeruk sedimen sungai yang sudah tinggi, sehingga terjadi pendangkalan," kata Timbul.
Adanya normalisasi ini disebut wabup, untuk mencegah terjadinya banjir di sepanjang Sungai Kedunggaleng. Dinana banjir memang kerap terjadi di wilayah tersebut. "Setelah selesai pengerukan, kami mengajak masyarakat bisa menjaga sungai agar tidak mudah terjadi sedimen tinggi penyebab banjir. Salah satunya dengan tidak mudah membuang sampah sembarang, utamanya ke sungai," bebernya.
Selain Sungai Kedunggaleng, ada sejumlah lokasi sungai yang akan dilakukan normalisasi. Salah satunya di sungai wilayah Kecamatan Tongas. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin