Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Normalisasi Kedunggaleng Perlu Makan Waktu Tiga Bulan

Jawanto Arifin • Selasa, 11 April 2023 | 17:10 WIB
TINJAU LAPANGAN: Wabup Timbul Prihanjoko memantau normalisasi di Sungai Kedunggaleng Dringu. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
TINJAU LAPANGAN: Wabup Timbul Prihanjoko memantau normalisasi di Sungai Kedunggaleng Dringu. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
DRINGU, Radar Bromo - Banjir yang kerap terjadi di wilayah Dringu salah satunya disebabkan air di Sungai Kedunggaleng meluap. Pemerintah sudah melakukan upaya dengan menormalisasi sungai. Setelah dikeruk, warga diminta ikut menjaga. Termasuk tak lagi membuang sampah di sungai.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko saat meninjau normalisasi di Sungai Kedunggaleng, Senin (10/4). Katanya, warga harus ikut menjaga sungai. Minimal tak membuang sampah lagi.

Timbul datang didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahyo Saputra dan pihak PUPR Provinsi Jawa Timur. Rencananya, normalisasi akan dilakukan selama tiga bulan. Namun estimasi waktu tersebut diprediksi akan bertambah. Sebab, pada pada proses pemasangan alat berat di hilir saja membutuhkan waktu sebulan lebih.

"Kami memastikan bagaimana proses dilakukan. Mengingat, akases lintasan alat berat yang digunakan cukup sulit. Alhamdulillah, alat berat sudah bisa berada di hilir sungai," kata Timbul.

Normalisasi akan dimulai dari hilir menuju ke hulu. Hal ini dilakukan untuk menjaga aliran air agar aman. Sebab, apabila dilakukan dari lokasi hulu ke hilir maka air akan mudah tumpah dari selatan, sehingga mudah merusak tebing-tebing tepi sungai.

"Normalisasi dilakukan dengan melakukan pengerukan sungai. Mengeruk sedimen sungai yang sudah tinggi, sehingga terjadi pendangkalan," kata Timbul.



Adanya normalisasi ini disebut wabup, untuk mencegah terjadinya banjir di sepanjang Sungai Kedunggaleng. Dinana banjir memang kerap terjadi di wilayah tersebut. "Setelah selesai pengerukan, kami mengajak masyarakat bisa menjaga sungai agar tidak mudah terjadi sedimen tinggi penyebab banjir. Salah satunya dengan tidak mudah membuang sampah sembarang, utamanya ke sungai," bebernya.

Selain Sungai Kedunggaleng, ada sejumlah lokasi sungai yang akan dilakukan normalisasi. Salah satunya di sungai wilayah Kecamatan Tongas. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin
#sungai kedunggaleng #banjir dringu